AS serahkan kapal Iran disita ke Pakistan, 22 awak ikut

AS serahkan kapal Iran disita ke Pakistan, 22 awak ikut

AS Serahkan Kapal Iran yang Disita dan 22 Awaknya ke Pakistan — Amerika Serikat menyerahkan kapal kontainer berbendera Iran, M/V Touska, beserta 22 awaknya ke pihak berwenang Pakistan, Senin (4/5/2026), menurut laporan Anadolu Agency dan ABC News. Kapal tersebut disita oleh pasukan AS di Teluk Oman pada 19 April lalu setelah menolak mengikuti arahan blokade laut yang dibuat Washington terhadap pelabuhan Teheran.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengatakan dalam pernyataan bahwa 22 awak kapal M/V Touska telah diserahkan ke Pakistan untuk dipulangkan. Ia menambahkan bahwa enam penumpang lainnya, yang menurut media Iran kemungkinan besar merupakan keluarga awak kapal, telah dikirim ke sebuah negara regional tanpa disebutkan identitasnya pekan lalu.

Read Also: Purbaya Tertawa Dilaporkan Tidak Bisa Bangun

Penyitaan kapal terjadi setelah kapal tersebut diberitakan membawa barang dual-use yang bisa digunakan untuk keperluan militer, menurut sumber keamanan maritim saat itu. Kapal kontainer itu disita oleh kapal perang AS, USS Spruance, yang mencegatnya saat berusaha menerobos blokade di Teluk Oman.

CENTCOM memperlihatkan rekaman video yang menunjukkan kapal perang AS memperingatkan kapal Iran sebelum melepaskan tembakan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan penyitaan kapal itu, yang kemudian dikonfirmasi oleh CENTCOM. Kapal M/V Touska dilaporkan berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani, mengirim surat ke Sekjen PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan PBB, meminta AS membebaskan kapal dan awaknya “tanpa syarat”. Ia menyebut aksi AS sebagai “pelanggaran internasional” yang dilakukan terhadap Iran.

Sampai saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Iran atau Pakistan mengenai serah terima tersebut. Pihak berwenang Pakistan tidak menjelaskan detail lebih lanjut tentang proses pemulangan awak kapal atau status kapal M/V Touska setelah diserahkan.

Kapal kontainer itu disita dalam konteks sengketa geopolitik antara AS dan Iran. Sejak 2018, Washington mengenakan sanksi terhadap Iran setelah keluarnya AS dari kesepakatan nuklir 2015. Blokade laut terhadap pelabuhan Iran menjadi langkah AS dalam upaya membatasi aktivitas ekonomi negara itu.

Di sisi lain, Iran terus mengkritik kebijakan AS, termasuk penyitaan kapal M/V Touska. Pihak berwenang Iran menyebut tindakan AS sebagai “intervensi ilegal” dalam urusan internal negara. Namun, tidak ada indikasi bahwa Iran akan membalas aksi penyitaan tersebut dengan tindakan langsung.

Kapal M/V Touska kini berada di bawah kontrol Pakistan, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan AS. Otoritas Islamabad tidak menyatakan rencana selanjutnya terkait kapal tersebut, termasuk apakah akan melanjutkan proses hukum atau mengembalikan kapal ke Iran.

Pemulangan awak kapal oleh Pakistan menunjukkan kebijakan pihak berwenang negara itu dalam menangani sengketa antara AS dan Iran. Sebelumnya, Pakistan pernah memfasilitasi pemulangan awak kapal China yang disita oleh India di Laut Arab pada 2022.

Purbaya Tertawa Dilaporkan Tidak Bisa Bangun Previous post Purbaya Tertawa Dilaporkan Tidak Bisa Bangun