Gerombolan Pemabuk Rusak Warung Malam-malam di Pati, Wanita Pemilik Jadi Korban Pelecehan!

Gerombolan Pemabuk Rusak Warung Malam-malam di Pati, Wanita Pemilik Jadi Korban Pelecehan!

Sebuah kejadian memilukan mengguncang warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Dini hari, Kamis (16/10/2025), gerombolan pemabuk rusak warung malam-malam di Pati, bahkan melakukan tindakan pelecehan terhadap pemiliknya, seorang wanita muda berhijab. Aksi brutal di Pati itu terekam kamera CCTV dan membuat masyarakat setempat geram serta cemas.

Awal Kejadian: Datang Mabuk, Bikin Rusuh

Menurut keterangan pemilik warung rica-rica di Pati, Ani (31), peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, adiknya Dwi Putrisujayani (22) masih melayani beberapa pelanggan di warung. Tiba-tiba datang sekelompok pria berjumlah lima orang dalam kondisi mabuk berat. Mereka membawa minuman keras dari luar dan mulai bertingkah tak sopan.

“Awalnya mereka cuma lempar-lempar kacang, topi, mancing emosi pelanggan. Tapi karena tidak dihiraukan, mereka malah makin jadi,” tutur Ani saat ditemui usai melapor ke Polsek Jakenan.

Melihat situasi mulai tidak kondusif, Dwi berinisiatif menutup warung lebih awal untuk menghindari keributan. Namun, keputusan itu justru memicu amarah para pemabuk tersebut. Mereka tidak terima warung ditutup dan mulai bertindak kasar.

Tindakan Brutal dan Pelecehan terhadap Pemilik Warung Pati

Dalam rekaman CCTV yang kini viral di media sosial, terlihat jelas bagaimana gerombolan pemabuk itu mengamuk dan merusak perabotan warung rica-rica di Pati. Meja didorong, kursi dilempar, bahkan sebagian pelaku meludahi penjaga warung.

Lebih parah lagi, salah satu pelaku sempat menarik jilbab Dwi, meludahinya, dan secara tidak senonoh memegang bagian tubuh korban. Aksi pelecehan ini membuat korban histeris dan ketakutan.

“Adik saya ditarik jilbabnya, diludahi, bahkan bagian tubuhnya disentuh tanpa izin. Itu sangat melecehkan dan membuat kami trauma,” ungkap Ani dengan nada bergetar.

Salah satu pelaku yang berbadan besar dan tidak mengenakan baju justru semakin beringas, menendang pintu warung hingga penyok. Warga sekitar yang mendengar keributan sempat keluar rumah, tetapi takut mendekat karena para pelaku tampak sangat agresif dan mabuk berat.

Warung Ditutup, Pelaku Masih Bikin Onar

Setelah pintu ditutup rapat dari dalam, bukannya pergi, para pelaku tetap mengamuk di depan warung. Mereka melemparkan pembatas jalan berbahan cor ke arah pintu besi hingga penyok. Lemparan keras itu bahkan hampir mengenai kaca rumah warga di sebelahnya.

“Saya sudah tutup warung rapat, tapi mereka tetap ngamuk di luar. Batu, kursi, dan pembatas jalan dilempar ke pintu. Benar-benar tak tahu malu,” ujar Dwi dalam unggahan videonya di Instagram @ricamentok_mbakani yang kini viral.

Kerugian akibat perusakan tersebut ditaksir mencapai sekitar lima juta rupiah. Beberapa kursi plastik pecah, meja kayu rusak, dan pintu besi warung penyok parah.

Polisi Turun Tangan: Identitas Pelaku Telah Diketahui

Dilansir detik.com, Menanggapi laporan korban, Kapolsek Jakenan AKP Agus Arifin membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Berdasarkan rekaman CCTV, polisi kini sudah mengantongi identitas para pelaku.

“Kami sudah mengetahui ciri-ciri dan identitas beberapa pelaku. Salah satunya berbadan gendut tanpa baju dan satu lagi berambut pirang. Tim kami sedang melakukan penelusuran,” jelas AKP Agus Arifin, Kamis (23/10/2025).

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa kursi plastik pecah, meja rusak, dan potongan pembatas jalan yang dilempar ke arah warung. Dugaan sementara, para pelaku marah karena tidak dilayani saat datang dalam kondisi mabuk.

Korban Trauma dan Minta Keadilan

Ani mengaku adiknya masih syok dan takut beraktivitas di warung. Meski begitu, ia berusaha tegar dan berharap aparat segera menindak para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

“Adik saya masih trauma. Setiap dengar suara keras di malam hari langsung ketakutan. Kami cuma minta keadilan dan agar pelaku cepat ditangkap,” ujarnya.

Warga sekitar juga mengutuk keras tindakan tidak manusiawi itu. Beberapa tetangga bahkan ikut membantu memberikan rekaman tambahan dari kamera CCTV lain yang terpasang di sekitar lokasi.

“Ini bukan hanya soal kerusakan warung, tapi soal harga diri perempuan yang dilecehkan. Kami berharap polisi serius menanganinya,” kata salah satu warga setempat.

Viral di Media Sosial, Dukungan Mengalir

Setelah video perusakan diunggah ke media sosial, ribuan komentar muncul dari netizen. Banyak yang mengekspresikan kemarahan dan empati terhadap korban. Beberapa akun bahkan menandai pihak kepolisian agar segera bertindak cepat.

Unggahan video berdurasi 1 menit 20 detik itu memperlihatkan jelas adegan keributan dan perilaku kasar para pelaku. Netizen menyebut aksi gerombolan pemabuk rusak warung malam-malam di Pati itu sangat memalukan dan mencoreng citra masyarakat setempat yang dikenal ramah.

Polisi Janji Proses Hukum Tegas

Kapolsek Jakenan menegaskan, pihaknya berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Para pelaku yang terbukti melakukan perusakan dan pelecehan akan dijerat sesuai pasal yang berlaku.

“Kami imbau masyarakat untuk tenang. Proses hukum sedang berjalan dan pelaku akan ditindak tegas,” ucap AKP Agus Arifin.

Selain itu, polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak meniru tindakan main hakim sendiri, serta menghindari konsumsi minuman keras yang sering memicu tindakan anarkis dan kejahatan.

Pelajaran dari Kasus Ini

Kejadian gerombolan pemabuk rusak warung malam-malam di Pati, wanita pemilik jadi korban pelecehan! menjadi peringatan serius tentang bahaya perilaku mabuk dan lemahnya kontrol diri. Tak hanya menimbulkan kerugian materi, tindakan semacam itu juga meninggalkan luka psikologis yang dalam bagi korban.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama pelaku usaha kecil yang sering buka hingga larut malam. Keberadaan kamera pengawas (CCTV) terbukti penting sebagai alat bukti dalam mengungkap kasus semacam ini.

More From Author

Kades di Lumajang Dibacok 10 Orang, Polisi Buru Pelaku!

Kades di Lumajang Dibacok 10 Orang, Polisi Buru Pelaku!

Insiden Brutal yang Mengguncang Warga Kornet.co.id – Sebuah peristiwa kekerasan yang mencengangkan terjadi di Lumajang,…

Sepasang Sejoli Melakukan Tindakan Asusila di TPU Kubang Wanatirta, Brebes

Sepasang Sejoli Melakukan Tindakan Asusila di TPU Kubang Wanatirta, Brebes

Kontroversi di Ruang yang Sarat Nilai Sakral Kornet.co.id – Sebuah peristiwa yang memicu keprihatinan publik…

Pengendara Motor Di begal di Gunung Sahari

Pengendara Motor Di begal di Gunung Sahari

Teror Jalanan yang Kembali Mengusik Kornet.co.id – Sebuah peristiwa mencekam kembali mengguncang ruang publik. Seorang…