
Kepulangan jemaah haji menjadi momen penting yang selalu diiringi doa dan harapan. Keluarga serta masyarakat umumnya menyambut mereka dengan ucapan syukur, berharap amal ibadah yang diperoleh di Tanah Suci diterima oleh Allah SWT. Doa yang dibacakan saat menyambut jemaah haji tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan atas perjalanan spiritual mereka.
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa orang yang berhaji dapat memberikan syafaat kepada 400 orang keluarganya. Hadits ini menegaskan bahwa doa untuk jemaah haji memiliki nilai keutamaan tersendiri. Umat Islam diimbau untuk melafalkan doa-doa yang mencerminkan harapan agar haji mereka menjadi mabrur dan dosa diampuni.
Baca Juga: Pemimpin di Balik Jagal Sapi Prabowo-Gibran
Salah satu doa yang sering dibacakan adalah: زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ, وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ. Dalam bahasa Latin, doa ini berbunyi: Zawwadakallaahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira hay-tsuma kunta. Artinya, “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada.”
Prayer lain yang populer adalah اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا, yang dalam bahasa Indonesia berarti: “Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.” Ucapan ini sering diucapkan saat menyambut jemaah haji, sebagai bentuk dukungan agar haji mereka diterima oleh Allah.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Medan Capai 69 Persen
Menurut para ulama, haji mabrur tidak hanya didefinisikan sebagai ibadah yang sah secara syariat, tetapi juga mencerminkan perubahan akhlak dan peningkatan kepedulian sosial. Dalam kitab Nayl al-Awthar, Ibnu Khalawayh menjelaskan bahwa haji mabrur adalah ibadah yang diterima oleh Allah SWT. Sementara itu, sebagian ulama lain menganggap haji mabrur sebagai ibadah yang tidak dicampuri perbuatan dosa.
Hadits dalam Bukhari menyebutkan bahwa tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur selain surga. Ucapan ini mengingatkan bahwa harapan yang dipanjatkan saat menyambut jemaah haji bukan sekadar doa, tetapi juga permohonan agar mereka mampu menjaga kemabruran hajinya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Putri KW Senang Terima Tongkat Estafet dari Gregoria
Penyambutan jemaah haji sebaiknya dilakukan dengan sederhana, agar tidak mengalihkan perhatian dari makna spiritualnya. Pendekatan ini memastikan bahwa fokus tetap pada kebajikan yang ingin dicapai melalui proses ibadah tersebut.
