
Stroke sering diidentikkan sebagai penyakit yang menyerang kelompok lanjut usia, tetapi kenyataannya stroke juga bisa menyerang kelompok usia muda.
Dokter spesialis bedah saraf di New Era Hospital, India, Dr Sunil Kutty, mengatakan bahwa pengenalan dan tindakan yang cepat dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah kecacatan atau kematian akibat stroke.
Banyak anak muda yang tidak menyadari bahwa mereka sudah berada dalam risiko tinggi stroke, terutama jika ada faktor risiko tersembunyi seperti gangguan tidur yang tidak terdeteksi.
Gejala yang kerap tidak disadari adalah sleep apnea atau gangguan tidur, yang bisa menyerang di usia muda secara diam-diam.
Gejala Stroke pada Anak Muda
Para ahli bedah saraf dan spesialis kedokteran menekankan bahwa faktor gaya hidup dan gangguan tidur, seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau henti napas saat tidur, adalah salah satu pemicu utama stroke yang sering diabaikan oleh anak muda.
Baca Juga: Prabowo Paparkan Rancangan Anggaran Negara 2027
OSA adalah kondisi di mana pernapasan seseorang sempat terhenti beberapa kali secara tidak sadar saat sedang tidur.
Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, risikonya bisa sangat fatal bagi pasien yang pernah atau berpotensi mengalami stroke.
“Jika OSA tetap tidak diobati pada pasien yang telah mengalami stroke, ada kemungkinan 50 persen terjadi kekambuhan dalam waktu dua tahun,” jelas ahli medis dalam laporan tersebut.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala-gejala seperti mendengkur keras, rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, hingga napas yang sempat terhenti saat tidur bukan sekadar gangguan kecil yang bisa dianggap sepele.
Gejala tersebut bisa jadi merupakan alarm dari risiko stroke yang besar.
Kulkarni menekankan, obstructive sleep apnea adalah risiko tersembunyi, bukan hanya untuk penyakit jantung tetapi juga untuk stroke.
Baca Juga: Pemimpin di Balik Jagal Sapi Prabowo-Gibran
Mengingat stroke bisa menyerang anak muda secara senyap, para spesialis bedah saraf dan dokter saraf mengingatkan pentingnya memahami tanda-tanda peringatan, yang tidak terlihat melalui metode BE FAST.
Setiap huruf dalam metode ini merujuk pada gejala spesifik yang harus segera diwaspadai:
- B: Balance – kesulitan menjaga keseimbangan
- E: Eyes – kesulitan melihat
- F: Face – kesulitan berbicara atau menggerakkan wajah
- A: Arm – kesulitan menggerakkan lengan
- S: Speech – kesulitan berbicara
- T: Time – waktu adalah sangat penting dalam mengobati stroke
Kecepatan dalam mengenali gejala dan mengobati risiko tersembunyi adalah kunci utama keselamatan pasien.
Jika Anda sering mengalami kelelahan ekstrem di siang hari atau mendengkur hebat, jangan diabaikan, karena dua musuh senyap ini bisa menyabotase otak dalam sekejap mata.
Untuk memahami lebih lanjut tentang stroke dan gejala-gejalanya, Anda bisa mengunjungi Wikipedia atau konsultasikan dengan dokter.
