
Menjual rumah bukan perkara mudah. Harga rumah yang mahal membuat pembeli berpikir panjang sebelum memutuskan, dan kriteria rumah impian masing-masing orang berbeda-beda. Akibatnya, banyak rumah yang terjebak di pasar selama berbulan-bulan—bahkan bertahun-tahun—tanpa ada yang melirik. Pemilik yang frustasi sering kali tidak menyadari bahwa masalahnya bukan semata-mata pada properti itu sendiri, melainkan pada cara rumah tersebut ditawarkan.
Harga yang Tidak Sesuai Pasar
Kesalahan paling umum adalah menentukan harga jual tanpa riset yang memadai. Pemilik rumah cenderung melebih-lebihkan nilai propertinya, padahal calon pembeli akan langsung membandingkannya dengan rumah serupa di sekitar. Ketua DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Clement Francis, menjelaskan bahwa harga jual harus sesuai dengan kondisi pasar terkini.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah legalitas. Rumah dengan sertifikat yang tidak lengkap atau bermasalah akan sulit menarik minat pembeli. Proses jual beli yang berbelit karena dokumen tidak siap hanya akan membuat calon pembeli mundur.
Kondisi Fisik dan Lingkungan yang Kurang Menarik
Tidak ada yang mau membeli rumah dengan dinding kusam, atap bocor, atau toilet yang rusak. Clement menyarankan agar pemilik memperbaiki tampilan rumah sebelum memasarkannya—mulai dari pengecatan ulang dengan warna netral, perbaikan fasad, hingga perapihan halaman.
Baca Juga: Demon Slayer Castle Tayang Streaming Mulai 28 Juli
Lingkungan sekitar juga menjadi pertimbangan utama. Rumah yang terletak dekat tempat pembuangan sampah, kawasan macet, atau pasar yang bising akan sulit laku. Namun, rumah masih bisa dijual dengan mempromosikan nilai positif dari lokasi dan properti.
Strategi pemasaran yang lemah juga memperlambat penjualan. Tak cukup menentukan harga tepat, penjual perlu menceritakan nilai jual properti. Lakukan berbagai upaya pemasaran, seperti menggunakan jasa agen profesional dan portal yang tepat. Promosikan rumah melalui portal properti, media sosial, dan database agen. Lalu, pasang foto dan video rumah dari hasil fotografer profesional.
Di tengah persaingan pasar properti yang ketat, kesalahan kecil dalam strategi penjualan bisa berakibat fatal. Pemilik rumah yang tidak sabar sering kali menurunkan harga secara drastis, padahal masalah sebenarnya mungkin hanya pada cara rumah tersebut dipromosikan.
