
Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan keberhasilan Program Magang Nasional dengan tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai 30% pada angkatan pertama. Lima peserta magang diterima sebagai karyawan tetap di detikcom.
Mereka ditempatkan di divisi penting seperti Product Management, Product Marketing, redaksi detikNews, dan Implementer. Nanang Supriyatna, Human Capital Section Head detikcom, menyatakan bahwa keputusan tersebut didasari oleh kompetensi peserta dan kebutuhan mendesak di masing-masing departemen.
“Peserta yang lanjut menjadi karyawan adalah mereka yang berprestasi. Ditambah ada kebutuhan mendesak, jadi kami bisa langsung merekrut,” kata Nanang saat peluncuran Program Pemagangan Nasional Angkatan 2 di Jakarta, Senin (29/6).
Ahmad Fathan Salim, salah satu yang diterima, mengaku terkejut bisa bergabung. Ia mendaftar di posisi Product Management, meski belum memiliki pengalaman di bidang tersebut. “Belum pernah ada pengalaman yang relevan untuk posisi ini,” ujarnya.
Baca Juga: John Mayer Putus Lagi Sahabat Beri Pesan Menohok
Selama magang, Fathan merasakan dukungan penuh dari tim. Ia belajar dari mentor lintas divisi. “Suasana kerjanya sangat kekeluargaan,” katanya. Nadisa Azahra Putri, rekan satu divisi, juga merasakan hal serupa.
Nadisa terkejut dengan kecepatan proses seleksi. Ia merasa diterima dengan baik dan menikmati fleksibilitas jam kerja. “Dasar saya sudah sebagai product manager, jadi pekerjaannya sudah familiar,” tuturnya. Keduanya resmi bekerja sekitar 20 hari setelah magang berakhir.
Proses yang lebih cepat dialami Adhfar Aulia Syuhada dan Abyasa Bhanuaji. Adhfar, lulusan Universitas Islam Indonesia, hanya menunggu 10 hari. Pengalamannya di pers mahasiswa membantunya lolos seleksi. “Jumat selesai offboarding, Senin langsung ikut rekrutmen,” ceritanya.
Abyasa, yang gagal di batch pertama, berhasil di kesempatan berikutnya. Ia menandatangani kontrak segera setelah magang usai. “Minggu-minggu terakhir magang sekaligus menjalani proses rekrutmen. Begitu selesai, langsung tanda tangan kontrak,” jelasnya.
Baca Juga: Jakarta BTS Concert Promoter Denies Ticket Sale Allegations
Program ini diharapkan menjadi solusi bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman sekaligus peluang karir. Data menunjukkan magang bukan hanya ajang belajar, tetapi juga pintu masuk ke dunia profesional. Tingkat penyerapan tersebut diharapkan mengurangi angka pengangguran terdidik di Indonesia.
Namun, tidak semua peserta langsung mendapat tawaran. Beberapa masih mencari peluang lain. Bagi Fathan, Nadisa, Adhfar, dan Abyasa, magang menjadi langkah awal yang berharga.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga mengusulkan program serupa untuk sektor perumahan pada 2027, menargetkan perbaikan dua juta rumah.
