Viral

Guru RA Dengan Gaji Rp 6000 Sehari

By kornetco  | 
Guru RA Dengan Gaji Rp 6000 Sehari - guru ra
Guru RA Dengan Gaji Rp 6000 Sehari

Di Desa Gilis Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, seorang guru Raudhatul Athfal (RA) bernama Umi Hanik Wahyuni mengajar dengan honor Rp 6.000 per hari. Ia mengajar di RA Tarbiyatul Athfal dengan penuh kasih sayang dan ketulusan.

Guru RA dengan Honor Rp 6.000

Umi Hanik sudah sembilan tahun mengajar di RA Tarbiyatul Athfal. Bagi mantan santriwati Ma’hadul ‘Ulum Asy-Syar’iyyah Sarang ini, mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara membayar ilmu yang pernah dia diterima selama belajar di pondok pesantren.

Mengajar RA itu hiburan bagi saya, kata Umi Hanik. Kalau pagi saya menemani anak-anak di sini, sorenya saya mengajar TPQ. Cukup bagi saya bisa berbagi kebaikan.

Perjuangan Guru RA

Rata-rata guru Raudhatul Athfal di negeri ini hanya menerima honor Rp 150.000 hingga Rp 200.000 sebulan. Padahal di tangan merekalah masa emas pembentukan karakter anak-anak diletakkan pertama kali.

Kantor Kemenag Kabupaten Rembang bersama Baznas Rembang bergerak untuk menyalurkan bantuan insentif bagi 80 guru RA yang belum mendapatkan tunjangan atau sertifikasi.

Bantuan Insentif bagi Guru RA

Bantuan ini pun lahir dari zakat rutin yang disisihkan para ASN Kemenag Rembang setiap bulan. Ketua Baznas Rembang, Moh. Ali Anshory, mengakui bahwa sejauh ini kemampuan mereka masih terbatas.

Dari anggaran tahunan sekitar Rp 4-5 miliar, baru bisa menjangkau 80 orang. Seandainya dana kami mencapai Rp 10 – Rp 15 miliar setahun, pasti kami akan rangkul semuanya.

Baca Juga: Dzikir Pendek Pagi Petang Sesuai Sunnah

Masing-masing dari mereka menerima bantuan Rp 750.000. Totalnya mencapai Rp 60 juta. Bukan angka yang seberapa besar, tapi setidaknya menjadi tanda bahwa pengabdian mereka dilihat, dihargai, dan didoakan.

Saat amplop itu berpindah ke tangan Umi Hanik, matanya berkaca-kaca. Bukan karena uangnya, melainkan karena ada orang luar yang akhirnya peduli pada apa yang ia lakukan setiap hari tanpa pamrih.

Umi Hanik menjalani hidup dengan kesederhanaan yang luar biasa. Suaminya tak memiliki pekerjaan tetap, dan ia harus mengandalkan penghasilan dari mengajar dan merawat delapan ekor kambing yang menjadi penolong tambahan penghasilan keluarga. Di RA tempatnya mengajar, tidak ada pungutan SPP, hanya sumbangan sukarela jimpitan seribu rupiah per hari dari wali murid, yang seringkali tidak rutin masuk.

Kepala Kankemenag Rembang, Moh. Mukson, mengaku bahwa perjuangan guru RA sangat berat, tetapi mereka tidak pernah menunjukkan kelelahan saat menghadapi anak-anak. “Mereka adalah pejuang jalan Allah, berhak mendapatkan perhatian lebih,” kata Moh. Ali Anshory, Ketua Baznas Rembang.

Bantuan insentif bagi guru RA ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berjuang dalam mendidik anak-anak. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di RA dan membantu menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan.

Umi Hanik dan guru RA lainnya adalah contoh nyata dari pengabdian dan ketulusan dalam mendidik anak-anak. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan mengasuh anak-anak dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Mereka adalah teladan bagi kita semua, dan kita harus menghargai dan mendukung mereka dalam menjalankan tugas mulia ini.

← Previous Article
Dzikir Pendek Pagi Petang Sesuai Sunnah