
Anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2027 mencapai Rp 61,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 14,09 triliun atau sekitar 23% ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN, menjadikannya pos terbesar dalam rencana kerja tahun depan.
Rincian alokasi anggaran
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menjelaskan bahwa dana sebesar Rp 61,1 triliun terbagi dalam tiga komponen utama. Sebagian besar berasal dari Rupiah Murni, dengan rincian Rp 2,69 triliun untuk operasional dan Rp 58,36 triliun untuk non-operasional. Sisanya bersumber dari Badan Layanan Umum sebesar Rp 30,8 miliar dan Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 9,05 miliar.
Ia menyampaikan hal ini dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 pada 14 Agustus 2026. Dari total anggaran, Rp 55,51 triliun akan digunakan untuk delapan program prioritas nasional.
Program dengan alokasi terbesar setelah kesejahteraan guru adalah perbaikan sarana dan prasarana sekolah, dengan anggaran Rp 9,28 triliun. Atip menegaskan bahwa inisiatif ini berasal langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan seluruh sekolah di Indonesia selesai direvitalisasi pada 2028.
Baca Juga: MUI Ganti Istilah LGBT Menjadi LGSP
“Ini bagian dari program masif yang dicanangkan sejak tahun lalu dan dilaksanakan dengan swakelola oleh masing-masing sekolah,” katanya.
Program lain meliputi:
- Bantuan Pendidikan Dasar Gratis: Rp 5 triliun, untuk mendukung wajib belajar 13 tahun tanpa biaya.
- Bantuan Perlengkapan Sekolah: Rp 250 miliar.
- Sekolah Nasional Terintegrasi: Rp 7,21 triliun, untuk siswa berprestasi dan berbakat istimewa.
- Studio Guru: Rp 40 miliar, guna mendukung pengembangan kompetensi pendidik.
- Digitalisasi Pendidikan: Rp 5,83 triliun.
- Program Indonesia Pintar: Rp 13,79 triliun, untuk 18 juta siswa berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.
Dukungan untuk guru dan pendidikan inklusif
Selain program prioritas nasional, Kemendikdasmen juga mengalokasikan dana untuk berbagai program lainnya, antara lain:
- Dukungan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN): Rp 176,5 miliar
- Beasiswa ADEM: Rp 123,6 miliar
- Beasiswa prestasi: Rp 245,8 miliar
- Beasiswa kualifikasi akademik S1/D4 guru: Rp 210 miliar
- Pengembangan kompetensi STEM, MIPA, dan Digitalisasi Pembelajaran pada Guru: Rp 152,1 miliar
- Upskilling/reskilling Pendidik dan tenaga Kependidikan Berstandar Industri: Rp 133,9 miliar
- Peningkatan dan Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan: Rp 227,3 miliar
- Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Bidang Pendidikan: Rp 1,59 triliun
