
Konten kreator sekaligus pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, mengaku dibuntuti oleh sebuah mobil misterius. Pengalaman itu ia bagikan melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Jumat, 2 Oktober 2026. Aksi penguntitan yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) tersebut diduga menggunakan nomor polisi palsu, sehingga memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan dirinya.
Detik-Detik Konfrontasi di Lapangan
Dalam video bukti yang diunggah Ferry, peristiwa memuncak ketika ia menyadari sebuah mobil Toyota Avanza berwarna silver kembali mengintai pergerakannya. Karena merasa privasi dan keselamatannya terancam, Ferry memutuskan untuk langsung mengonfrontasi kendaraan tersebut.
Ia menghampiri pintu mobil, mengetuk kacanya secara agresif, dan meminta pengemudi untuk keluar. Dalam rekaman video pendek itu, Ferry berseru mempertanyakan identitas pengemudi dan menyebut bahwa mobil tersebut telah mengikutinya berkali-kali. Namun, alih-alih memberikan penjelasan atau membuka kaca, pengemudi mobil misterius itu justru langsung menancap gas secara mendadak dan melaju kencang meninggalkan lokasi kejadian demi menghindari kejaran.
Temuan Janggal Netizen: Pelat Nomor Bodong
Setelah video tersebut viral, warganet bergerak cepat untuk membantu menyelidiki identitas pelaku. Netizen beramai-ramai melacak nomor polisi kendaraan tersebut, yakni B 1592 POU, melalui berbagai aplikasi cek pajak kendaraan bermotor resmi. Mengejutkannya, data dari pelat nomor tersebut tidak ditemukan atau tidak terdaftar dalam basis data resmi.
Temuan ini memperkuat indikasi kuat bahwa pihak penguntit sengaja menggunakan pelat nomor bodong untuk menyembunyikan identitas mereka. Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa aksi pembuntutan ini telah direncanakan dengan matang.
Puncak Keresahan dari Teror Satu Tahun Terakhir
Melalui platform Threads, Ferry mencurahkan kegelisahan mendalam atas apa yang menimpanya. Ia membeberkan bahwa insiden ini bukanlah bentuk intimidasi pertama yang ia terima. Selama setahun terakhir, hidupnya kerap diusik oleh berbagai upaya pembunuhan karakter.
Dalam curahan hatinya, Ferry menyatakan bahwa hidupnya benar-benar berusaha dihancurkan selama satu tahun terakhir. Ia menyebut dirinya dibuntuti orang, difitnah habis-habisan, serta coba dirusak karakter dan namanya. Ferry juga menegaskan bahwa dirinya bukan pejabat, bukan politisi, dan tidak pernah menerima jabatan, namun tetap saja diperlakukan demikian.
Ferry menegaskan bahwa sebagai warga negara Indonesia, ia memiliki hak mutlak untuk merasa aman dan bebas dari segala bentuk ancaman maupun teror psikologis di ruang publik. Hingga saat ini, motif utama di balik aksi pembuntutan yang mengkhawatirkan ini masih menjadi teka-teki. Namun publik berspekulasi hal ini berkaitan dengan rekam jejak Ferry Irwandi yang dikenal vokal dan kritis dalam menyoroti berbagai isu sosial-politik serta kasus hukum di tanah air.
Pada tahun 2025 lalu, Ferry juga sempat menjadi sorotan publik saat bersinggungan dengan polemik hukum dan kritik tajamnya terhadap institusi TNI. Di tahun yang sama, ia bahkan sempat melaporkan adanya serangan siber berupa penyebaran data pribadi atau doxing terhadap dirinya dan keluarganya. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tindak lanjut dari pihak kepolisian terkait laporan atau langkah hukum yang akan diambil oleh Ferry Irwandi untuk mengungkap pelaku di balik kemudi mobil misterius tersebut.
