
Busana karya Inggi Kendran menjadi sorotan utama pada malam penganugerahan detikBali‑Nusra Awards 2026, ketika ia dipakai oleh pembawa acara Rizky Harris dan Putri Gorda.
Desain yang Mengusung Filosofi Bali
Busana bertajuk “Yinwa Pradnyaning Bali” atau “Jiwa Kebijaksanaan Bali” mengusung tema keseimbangan, nilai yang dianggap penting dalam budaya pulau Dewata. Desainer menekankan bahwa melalui pakaian tersebut ia berusaha menampilkan keanggunan sosok Jegeg Bali bersanding dengan kewibawaan Bagus Bali, simbol persatuan dan rasa hormat terhadap tradisi.
Warna, Motif, dan Teknik Manual
Dominasi warna merah dan emas dipilih untuk mengekspresikan keberanian, kemakmuran, serta kejayaan. Motif wastra Bali dan Jawa dipadukan, lalu dilukis secara manual pada setiap helai kain. “Sebagian besar dari busana pria dan wanita saya tambahkan lukisan prada yang dibuat dari tangan. Jadi tidak menggunakan sistem cetak atau sablon, benar‑benar melukisnya manual menggunakan tangan,” kata Inggi pada Sabtu (4/7/2026).
Proses melukis memerlukan ketelitian ekstra. Ia menambahkan bahwa ketidaksempurnaan yang muncul akibat tidak menggunakan mesin cetak justru memberi nilai otentik pada karya. “Walaupun tidak benar‑benar simetris layaknya sistem cetak atau sablon dan memiliki perbedaan di beberapa titik, tapi itulah keindahan yang dibuat oleh tangan secara langsung,” ujarnya.
Acara tersebut diadakan di Grand Ballroom The Trans Resort Bali, Kuta Utara, Badung, pada Jumat (3/7/2026). Total ada 26 penerima penghargaan yang mewakili pemerintahan, komunitas, dan tokoh‑tokoh yang berkontribusi pada kemajuan Bali serta Nusa Tenggara.
Baca Juga: Waktu Ideal Mencuci Seprai Kasur
Penghargaan dan Dampak Kebudayaan
Penghargaan ini menyoroti enam kategori, termasuk Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji dan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan. Meskipun fokus utama acara adalah penghargaan, penampilan busana Inggi berhasil menarik perhatian media dan penonton, menambah nilai estetika pada rangkaian acara.
Penggabungan motif Bali‑Jawa dan teknik melukis manual menciptakan visual yang unik, sekaligus menegaskan bahwa tradisi dapat beradaptasi dengan cara baru.
Warna merah‑emas, bersama dengan detail yang tidak seragam, memberi kesan dinamis namun tetap menancapkan identitas Bali pada panggung nasional.
Acara selesai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang, sementara para hadirin tetap membicarakan keberhasilan busana “Yinwa Pradnyaning Bali” sebagai contoh inovasi dalam mode tradisional.
