
Komikus Apri Kusbiantoro (50) dari Bantul kini dianggap sebagai penerus gaya ilustrasi legendaris Don Lawrence. Karyanya yang mirip dengan gaya komikus Inggris itu membuatnya dipercaya menggambar komik Storm, yang pernah ia baca saat kecil. Apri mengakui, awalnya ia hanya ingin mencoba peruntungan dengan mengirimkan karya ke Amerika pada 2007, tetapi tidak langsung mendapat tanggapan.
“Saya kirimkan gambar ke email penulis yang butuh ilustrator. Baru tahun 2011, ada yang menawarkan naskah. Waktu itu, saya masih fokus pada pekerjaan animator,” katanya. Meski sudah bisa hidup dari animasi, hasrat untuk menjadi komikus tetap tak pernah hilang. Ia pun mengirimkan portofolio ke Eropa, karena kagum pada komik Storm.
Baca Juga: Dokter Saraf Ungkap Gejala Stroke Tersembunyi Anak Muda
Seorang penulis Belanda menghubungi Apri dan menyebut gaya gambarnya mirip dengan Don Lawrence. “Saya percaya saja, lalu mengirimkan gambar dengan catatan carikan penulisnya. Akhirnya, kolaborasi dengan Sytse Algera terwujud,” ujarnya. Komik Lemuria, hasil kolaborasi itu, diterbitkan dalam beberapa bahasa dan memakan waktu dua tahun.
Karier Apri sempat terhambat saat pandemi. Namun, sutradara Fajar Nugros meminta bantuan membuat komik Elang Jawa. “Saya sedang fokus ke proyek Eropa, tapi Fajar tidak menetapkan deadline. Akhirnya, saya menantang diri sendiri untuk mengirimkan karya ke penerbit Storm,” kata Apri. Usahanya terbayar ketika Elang Jawa diterbitkan tahun 2025.
Baca Juga: Mengapa Pergantian Musim Bikin Badan Loyo
Kini, Apri bekerja sama dengan penerbit Uitgeverij L (Belanda) untuk melanjutkan serial Storm. Karya-karyanya juga muncul di majalah Eppo Belanda. Meski pernah vakum, ia tetap percaya pada proses. “Dulu hanya mimpi bisa menggambar seperti Storm. Kini, itu jadi kenyataan,” ujarnya. Uang dari proyek luar negeri pun membantu biaya pernikahannya.
Pada 2024, Apri menyelesaikan dua episode dari serial Lemuria. Ia juga menciptakan karakter Saul bersama penulis Willem Ritstier. Meski tidak ada akomodasi dari pihak Belanda saat komiknya terbit, Apri tetap berangkat sendiri. “Uang pulang datang dari meet and greet yang diselenggarakan orang Belanda,” katanya.
Baca Juga: Dua Turis Austria Meninggal di Cunca Wulang
Karier Apri menunjukkan perjalanan panjang penuh tantangan. Dari mengirimkan karya ke luar negeri hingga menantang diri sendiri untuk membuat komik Elang Jawa, ia terus berusaha. “Motivasi datang dari keinginan untuk menyelesaikan proyek yang pernah saya tunda,” ujarnya. Kini, nama Apri semakin dikenal di dunia komik internasional.
