Piche Kota Bebas, Berkas Pemerkosaan Tak Lengkap

Piche Kota Bebas, Berkas Pemerkosaan Tak Lengkap

Berkas kasus pemerkosaan yang melibatkan artis Indonesian Idol Petrus Yohannes Debrito Armando Jaga Kota alias Piche Kota dinyatakan tidak lengkap. Hal ini membuat Piche bebas setelah masa penahanannya berakhir. Piche adalah salah satu dari tiga tersangka dalam kasus yang menyeret siswi SMA berinisial ACT (16) di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasat Reskrim Polres Belu AKP Rachmat Hidayat mengonfirmasi bahwa Piche kini telah kembali ke rumahnya. Ia mengatakan bahwa berkas perkara Piche belum memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut. “Sudah selesai masa penahanannya,” ujarnya kepada detikBali, Rabu (6/5/2026).

Read Also: Rupiah Terdepresiasi, Bos BI Sebut Penyebab

Dua rekan Piche, Rifal Sila dan Roy Mali, masih dalam penahanan. Berdasarkan pengakuan korban, Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu menyatakan Piche tidak memenuhi unsur pidana dalam kasus tersebut. “Kami sepakat untuk menunggu fakta persidangan,” kata Rachmat.

Kejari menyebut bahwa Pasal 473 KUHP Baru dari UU No.1 Tahun 2023 menjadi dasar hukum dalam kasus ini. Piche tidak dikenai sanksi karena tidak terbukti melakukan tindakan yang diatur dalam pasal tersebut. Namun, dua rekan Piche masih dihadapkan pada proses hukum.

Piche sebelumnya ditahan setelah dinyatakan memenuhi syarat penahanan. Namun, berkas perkara yang disusun penyidik tidak cukup kuat untuk menetapkan dia sebagai tersangka permanen. “Masih perlu proses lebih lanjut,” tambah Rachmat.

Insiden terjadi di sebuah hotel di Atambua, NTT, pada 11 Januari 2026. Korban, seorang remaja perempuan, melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Kepolisian mengamankan tiga orang, termasuk Piche, sebagai tersangka.

Status Piche berbeda dengan Rifal Sila dan Roy Mali. Keduanya dinyatakan memiliki bukti kuat yang menghubungkan mereka dengan korban. “Kasus mereka berbeda karena bukti lebih lengkap,” jelas Rachmat.

Sebelum penahanan, Piche menjalani perawatan medis karena mengalami gangguan vertigo. Pemulihan kesehatannya menjadi salah satu alasan pembebasan sementara. Namun, statusnya sebagai tersangka tetap tercatat di sistem hukum.

Kepolisian dan Kejari mengklaim bahwa proses penyidikan berjalan transparan. Masyarakat diminta untuk menunggu keputusan hukum yang akan diambil setelah semua bukti dikumpulkan. “Kami tidak mempercepat proses,” pinta Rachmat.

Kasus ini menimbulkan sorotan di masyarakat. Banyak pihak menilai pentingnya keadilan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak. “Kami tetap berharap prosesnya adil,” ujar seorang warga setempat.

Piche sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Ia dikenal sebagai artis yang cukup populer di kalangan remaja. Namun, statusnya saat ini masih dalam proses hukum.

Penyidik mengungkap bahwa investigasi terus berlangsung. Mereka mengumpulkan keterangan dari saksi dan ahli guna memperkuat kasus terhadap Rifal Sila dan Roy Mali. “Kami tidak menutup kemungkinan perubahan status Piche,” tambah Rachmat.

Permohonan maaf dari Piche belum disampaikan. Namun, ia disebut sedang fokus pada keperluan medis dan keluarganya. “Belum ada komunikasi resmi dari pihaknya,” kata sumber dekat.

Kasus ini juga memicu diskusi tentang perlindungan anak. Banyak pihak mengkritik kelemahan sistem hukum dalam menangani kasus-kasus serius seperti ini. “Ada ruang untuk perbaikan,” tegas aktivis.

Kejaksaan Negeri Belu menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai aturan. Mereka menunggu hasil audit dari penyidik sebelum menetapkan tindakan lebih lanjut. “Kami tidak ingin terburu-buru,” kata seorang pejabat.

Di sisi lain, keluarga korban mengharapkan keadilan. Mereka menyatakan akan terus mengawal proses hukum. “Kami ingin kebenaran terungkap,” ucap ibu korban.

Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya menghindari tindakan yang melanggar hukum. Banyak pihak mengajak untuk menjaga moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Peran media dalam menyebarkan informasi dinilai penting untuk menjaga transparansi proses hukum. “Kami harap media tetap netral,” tegas seorang pengacara.

Sementara itu, pihak manajemen Piche mengatakan bahwa artis tersebut sedang fokus pada kesehatannya. Mereka menolak berkomentar lebih lanjut tentang kasus hukum yang dihadapi.

Kasus ini menunjukkan kompleksitas dalam proses penegakan hukum. Banyak pihak berharap bahwa keadilan bisa dicapai melalui prosedur yang benar dan adil.

Kepolisian memastikan bahwa tidak ada pengaruh pihak eksternal dalam penanganan kasus ini. Semua proses dilakukan secara independen. “Kami tidak terganggu oleh tekanan apa pun,” kata Rachmat.

Kasus Piche menjadi salah satu dari beberapa kasus serius yang sedang ditangani di NTT. Kepolisian berkomitmen untuk menyelesaikan semua kasus dengan profesional.

Permintaan maaf dari pihak terlibat masih menunggu. Namun, masyarakat menilai bahwa keadilan harus tercapai melalui proses hukum, bukan hanya kata-kata.

Dalam beberapa hari ke depan, penyidik akan melanjutkan penyelidikan. Hasil investigasi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum berikutnya.

Rupiah Terdepresiasi, Bos BI Sebut Penyebab Previous post Rupiah Terdepresiasi, Bos BI Sebut Penyebab
Paus sperma mati terdampar Pantai Melaya Bali Next post Paus sperma mati terdampar Pantai Melaya Bali