
Kornet.co.id – Optimisme kembali mengemuka di tengah fluktuasi pasar modal. Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa IHSG memiliki potensi menembus level psikologis 10.000. Pernyataan ini datang di saat sentimen global bergejolak dan volatilitas kerap menguji kesabaran investor. Namun, pesan utamanya tegas: jangan panik. Pasar, menurutnya, sedang berproses menuju keseimbangan baru.
Optimisme ini bukan sekadar retorika. Ia berangkat dari fondasi makroekonomi domestik yang relatif resilien, likuiditas yang terjaga, serta prospek pertumbuhan yang masih atraktif. Dalam lanskap yang penuh kebisingan, Purbaya mengajak pelaku pasar untuk melihat gambaran besar—bukan terpaku pada riak jangka pendek.
Fondasi Makro yang Menopang
Keyakinan terhadap IHSG bertumpu pada beberapa pilar utama. Pertama, stabilitas ekonomi domestik. Inflasi terkendali, konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin pertumbuhan, dan belanja pemerintah menjaga momentum. Kedua, sektor keuangan menunjukkan ketahanan yang patut dicatat. Perbankan likuid. Risiko terkelola. Penyaluran kredit bergerak selektif namun progresif.
Ketiga, transformasi struktural mulai menunjukkan hasil. Hilirisasi, digitalisasi, dan diversifikasi sumber pertumbuhan memperluas basis ekonomi. Dalam konteks ini, pasar modal berperan sebagai cermin ekspektasi masa depan. Ketika ekspektasi membaik, valuasi akan mengikuti.
Dinamika Global dan Tantangan Volatilitas
Tak dapat dipungkiri, dinamika global masih menjadi sumber turbulensi. Kebijakan moneter negara maju, ketegangan geopolitik, dan pergeseran arus modal menciptakan gelombang volatilitas. Namun, Purbaya menilai volatilitas bukan musuh, melainkan fitur inheren pasar.
Bagi IHSG, volatilitas justru membuka ruang akumulasi bagi investor yang berorientasi jangka panjang. Koreksi sehat memperbaiki struktur harga. Ia menyingkirkan euforia berlebihan, menggantinya dengan rasionalitas. Dalam fase ini, kepanikan adalah keputusan termahal.
Sektor Penggerak dan Narasi Pertumbuhan
Menuju level 10.000, IHSG membutuhkan narasi pertumbuhan yang konsisten. Sektor-sektor unggulan berpotensi menjadi lokomotif. Keuangan tetap menjadi tulang punggung. Energi dan komoditas memperoleh dukungan dari transisi dan permintaan global. Teknologi dan ekonomi digital menyumbang premium pertumbuhan melalui inovasi dan skala.
Selain itu, sektor konsumsi berperan sebagai jangkar stabilitas. Dengan demografi yang menguntungkan, daya beli domestik memberikan bantalan saat eksternal melemah. Kombinasi ini menciptakan ekosistem yang seimbang—antara defensif dan agresif.
Psikologi Investor: Antara Ketakutan dan Kesabaran
Purbaya menekankan aspek psikologis. Pasar bukan hanya angka. Ia adalah cerminan emosi kolektif. Ketika berita negatif mendominasi, bias ketakutan membesar. Investor cenderung menjual di titik yang salah. Sebaliknya, kesabaran sering kali menjadi pembeda kinerja.
Ajakan “tak panik” bukan nasihat klise. Ia adalah strategi. Investor yang disiplin, berpegang pada rencana, dan memahami profil risikonya akan lebih mampu menavigasi gelombang. Dalam konteks IHSG, disiplin berarti fokus pada fundamental, bukan rumor.
Likuiditas, Partisipasi, dan Kedalaman Pasar
Prospek IHSG menuju 10.000 juga dipengaruhi likuiditas dan partisipasi. Peningkatan jumlah investor ritel, didukung literasi yang membaik, memperdalam pasar. Di sisi lain, partisipasi institusional—domestik maupun asing—menambah stabilitas.
Instrumen pendukung, seperti ETF dan derivatif yang terkelola baik, memperkaya pilihan strategi. Kedalaman pasar mengurangi guncangan. Harga menjadi refleksi yang lebih adil dari nilai intrinsik.
Kebijakan dan Kepastian Regulasi
Kepastian regulasi adalah katalis yang sering luput dari sorotan. Pasar menyukai kejelasan. Reformasi yang konsisten, tata kelola yang transparan, dan perlindungan investor memperkuat kepercayaan. Dalam kerangka ini, IHSG diuntungkan oleh kesinambungan kebijakan yang pro-pertumbuhan.
Koordinasi fiskal dan moneter juga memainkan peran krusial. Sinkronisasi kebijakan menekan risiko sistemik, menjaga stabilitas, dan menciptakan ruang bagi pasar untuk bernapas.
Strategi Investor Menghadapi Perjalanan Panjang
Menuju 10.000 bukan sprint. Ia maraton. Investor disarankan membangun portofolio yang terdiversifikasi, menyeimbangkan aset siklikal dan defensif. Rebalancing berkala penting untuk mengunci keuntungan dan mengelola risiko.
Pendekatan berbasis kualitas—laba berkelanjutan, neraca kuat, manajemen kredibel—menjadi jangkar saat badai datang. Dalam fase akumulasi, waktu di pasar sering kali lebih penting daripada timing pasar. IHSG memberi ruang bagi keduanya, asalkan strategi jelas.
Penutup: Optimisme yang Terukur
Optimisme Purbaya terhadap IHSG menembus 10.000 adalah undangan untuk berpikir jernih. Bukan euforia. Bukan penyangkalan risiko. Melainkan keyakinan yang ditopang data, disiplin, dan kesabaran.
Pasar akan naik-turun. Itu keniscayaan. Namun, bagi investor yang mampu menjaga ketenangan, perjalanan ini menawarkan peluang. Di tengah kebisingan, pesan itu sederhana dan relevan: tetap rasional, fokus pada fundamental, dan jangan panik.

