
Wahana Musik Indonesia (WAMI) menggelar Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUA-LB) 2026, lanjutan dari pertemuan sebelumnya pada Desember 2025. Acara ini mengusung agenda utama pemilihan anggota baru Badan Pengawas WAMI, sebagai langkah untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas organisasi. Sejumlah nama dari berbagai latar belakang industri musik terpilih dalam proses ini.
Pemilihan Badan Pengawas Baru
Badan Pengawas WAMI yang baru terdiri dari anggota dari berbagai unsur industri. Dari sisi pencipta, beberapa nama seperti Indra Prasta The Rain dan Bongky Ismail terpilih. Mereka bergabung dengan figur lainnya seperti Pasmarizal, Andi Putranto, dan Firman Rahmat Siagian.
Sementara dari sisi penerbit, nama seperti Ari Lazuardi (PT Mahar Pustaka Nusantara) dan Oktavia Pal Gunadi (PT Suara Publishindo) juga menduduki posisi dalam struktur ini. Dari 10 anggota yang dipilih, sebagian besar berasal dari perusahaan musik dan entitas terkait.
Baca Juga: Oliver Sykes BMTH Gegar Otak Gegara Fans Lempar Ponsel
Evoria Event Orchestrator turut memfasilitasi pelaksanaan acara. Mereka menyediakan dukungan teknis dan logistik untuk memastikan proses pemilihan berjalan lancar. Acara ini juga menjadi ajang networking antar anggota WAMI dari berbagai latar belakang.
Presiden Direktur WAMI, Adi Adrian, menyampaikan harapannya terhadap anggota Badan Pengawas baru. “Diharapkan mereka dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus mendorong penguatan sistem pengawasan dan tata kelola organisasi demi kepentingan seluruh anggota WAMI,” kata Adi Adrian, Senin (18/5/2026).
Peran Anggota dalam Pengawasan
Kehadiran Indra The Rain dan Bongky BIP di Badan Pengawas WAMI menarik perhatian. Keduanya dikenal aktif dalam industri musik, baik sebagai musisi maupun pelaku bisnis. Keterlibatan mereka diharapkan membawa perspektif baru dalam pengawasan organisasi.
Baca Juga: Mengapa Pergantian Musim Bikin Badan Loyo
Beberapa anggota baru dari sisi penerbit menyatakan komitmen untuk memperkuat kolaborasi antara pencipta dan pihak penerbit. Mereka menyebutkan bahwa peran Badan Pengawas harus mencakup pengawasan keuangan, pengelolaan hak cipta, dan penguatan komunikasi internal.
Seorang anggota WAMI yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa pemilihan ini mencerminkan keinginan organisasi untuk lebih inklusif. “Ada perwakilan dari berbagai sektor, termasuk musisi independen dan perusahaan besar,” ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa tantangan utama tetap ada dalam mengkoordinasikan kepentingan beragam pihak.
Proses pemilihan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan pemilihan nama oleh dewan pengurus, sementara tahap kedua melibatkan pemungutan suara oleh seluruh anggota. Hasilnya, 80% dari anggota yang hadir menyetujui daftar nama yang diusulkan.
Baca Juga: Purbaya Tertawa Dilaporkan Tidak Bisa Bangun
Adi Adrian menegaskan bahwa keberhasilan WAMI bergantung pada keterlibatan aktif seluruh anggota, termasuk Badan Pengawas baru. “Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas. Kami berharap Badan Pengawas dapat menjadi jembatan antara pengurus dan anggota,” katanya.
Acara RUA-LB 2026 juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan partisipasi anggota dari wilayah luar Jawa. Dalam beberapa tahun terakhir, hanya 30% anggota yang berasal dari luar Pulau Jawa. Upaya penyeimbangan ini dianggap penting untuk memastikan kebijakan organisasi mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Dengan terpilihnya Indra The Rain dan Bongky BIP, WAMI berharap Badan Pengawas baru dapat membawa inovasi dalam pengelolaan organisasi. Mereka juga diharapkan memperkuat hubungan antara musisi dan pihak penerbit, serta memastikan kebijakan WAMI tetap relevan di tengah dinamika industri musik saat ini.
