Koran NetizenKoran NetizenKoran Netizen
  • Teknologi
    TeknologiShow More
    HP Lipat Baru Datang: Moto Razr 60 Segera Rilis di Indonesia! Ini Bocoran Terbarunya
    HP Lipat Baru Datang: Moto Razr 60 Segera Rilis di Indonesia! Ini Bocoran Terbarunya
    November 15, 2025
    OpenAI Digugat Hak Cipta Lawan  Oleh Jerman
    OpenAI Digugat Hak Cipta Lawan Oleh Jerman
    November 12, 2025
    Rekomendasi HP Baru Harga Rp 4-7 Jutaan di Indonesia
    Rekomendasi HP Baru Harga Rp 4-7 Jutaan di Indonesia
    November 8, 2025
    Oppo Umumkan Update ColorOS 16: Lebih Cerdas
    Oppo Umumkan Update ColorOS 16: Lebih Cerdas
    November 1, 2025
    Bocoran iPhone 18 Pro: Tanpa Warna Hitam!
    Bocoran iPhone 18 Pro: Tanpa Warna Hitam!
    November 1, 2025
  • Olah Raga
    Olah RagaShow More
    Paris Fernandes vs Rudy Golden Boy Siap Adu Gebuk!
    Paris Fernandes vs Rudy Golden Boy Siap Adu Gebuk!
    November 8, 2025
    Andre Rosiade Sindir Pelatih Patrick Kluivert
    Andre Rosiade Sindir Pelatih Patrick Kluivert
    October 10, 2025
    Daftar Pemenang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika: Dari Oliveira hingga Jorge Martin
    Daftar Pemenang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika: Dari Oliveira hingga Jorge Martin
    October 4, 2025
    Marc Marquez Terjatuh Dua Kali, Kutukan MotoGP Mandalika 2025 Berlanjut
    Marc Marquez Terjatuh Dua Kali, Kutukan MotoGP Mandalika 2025 Berlanjut
    October 4, 2025
    Resmi! Paris Pernandes vs Rudy Golden Boy Siap Bertarung di Ring Tinju pada 9 November 2025!
    Resmi! Paris Pernandes vs Rudy Golden Boy Siap Bertarung di Ring Tinju pada 9 November 2025!
    September 13, 2025
  • Politik
    PolitikShow More
    Menteri Sosial: Penggalang Donasi Wajib Izin Dulu
    Menteri Sosial: Penggalang Donasi Wajib Izin Dulu
    December 10, 2025
    Bahlil: Pemulihan Listrik Mencapai 93 Persen
    Bahlil: Pemulihan Listrik Mencapai 93 Persen
    December 8, 2025
    DPR Minta Menteri Kehutanan Mundur
    DPR Minta Menteri Kehutanan Mundur
    December 5, 2025
    Ridwan Kamil Tiba di KPK untuk Diperiksa Terkait Kasus Korupsi
    Ridwan Kamil Tiba di KPK untuk Diperiksa Terkait Kasus Korupsi
    December 2, 2025
    Prabowo Percepat dan Prioritaskan Bantuan untuk Warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat: Respons Cepat Pemerintah Hadapi Bencana
    Prabowo Percepat dan Prioritaskan Bantuan untuk Warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat: Respons Cepat Pemerintah Hadapi Bencana
    December 1, 2025
  • Viral
    ViralShow More
    Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau: Warga Panik Usai Terdengar Bunyi Gemuruh!
    Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau: Warga Panik Usai Terdengar Bunyi Gemuruh!
    January 2, 2026
    Viral! Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan di Bus TransJakarta
    Viral! Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan di Bus TransJakarta
    January 2, 2026
    Kembang Api Picu Kebakaran, 10 Vila Hangus Dilalap Api!
    Kembang Api Picu Kebakaran, 10 Vila Hangus Dilalap Api!
    January 2, 2026
    Oknum guru SDN Pajeleran 01 Bogor Diberhentikan, Dugaan Diskriminasi Nilai dan Pungli Les
    Oknum guru SDN Pajeleran 01 Bogor Diberhentikan, Dugaan Diskriminasi Nilai dan Pungli Les
    December 16, 2025
    Kecelakaan Tunggal di Jalur Bromo–Malang, 2 Orang Meninggal di Tempat
    Kecelakaan Tunggal di Jalur Bromo–Malang, 2 Orang Meninggal di Tempat
    December 16, 2025
  • Copyright
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
  • Kontak
Reading: Jaksa Agung Jelaskan Alasan ‘Gunung Duit’ Rp13 Triliun Tak Ditampilkan Penuh
Share
Koran NetizenKoran Netizen
Search
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Politik
  • Viral
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Koran Netizen > Blog > Politik > Jaksa Agung Jelaskan Alasan ‘Gunung Duit’ Rp13 Triliun Tak Ditampilkan Penuh
Politik

Jaksa Agung Jelaskan Alasan ‘Gunung Duit’ Rp13 Triliun Tak Ditampilkan Penuh

Last updated: October 20, 2025 10:19 am
By kornetco
Published: October 20, 2025
6 Min Read
Jaksa Agung Jelaskan Alasan ‘Gunung Duit’ Rp13 Triliun Tak Ditampilkan Penuh

Kornet.co.id – Pemandangan spektakuler sempat viral di berbagai platform media sosial. Tumpukan uang dalam jumlah fantastis—dikenal publik sebagai “Gunung Duit”—ditampilkan oleh Kejaksaan Agung saat penyerahan aset rampasan hasil tindak pidana korupsi ekspor Crude Palm Oil (CPO). Nilainya mencapai Rp13 triliun, jumlah yang luar biasa besar bahkan dalam konteks keuangan negara. Namun, tidak semua uang tersebut ditampilkan di hadapan publik.

Jaksa Agung ST Burhanuddin kemudian memberikan penjelasan yang menenangkan sekaligus membuka tabir di balik pertanyaan besar publik: mengapa hanya sekitar Rp2,4 triliun yang diperlihatkan secara fisik, bukan seluruh Rp13 triliun seperti yang diberitakan?

Penyerahan Uang Rampasan Bersejarah

Kejaksaan Agung menggelar acara penyerahan uang rampasan negara pada Senin, 20 Oktober 2025. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari hasil penyelamatan keuangan negara dalam kasus korupsi fasilitas ekspor CPO yang menyeret sejumlah pelaku besar di industri sawit.

Acara berlangsung megah dan penuh sorotan. Puluhan karung dan peti uang tunai dipajang rapi di depan media. Kamera menangkap setiap sudutnya, memperlihatkan tumpukan uang pecahan Rp100 ribu yang menjulang tinggi. Banyak warganet menjuluki pemandangan itu sebagai “Gunung Duit” — simbol keberhasilan penegakan hukum terhadap kejahatan ekonomi berskala besar.

Namun, hanya Rp2,4 triliun yang tampil di lokasi. Sisanya, seperti dijelaskan oleh Jaksa Agung, sudah diamankan dalam bentuk saldo rekening yang tersimpan di bank negara.

Alasan di Balik Tidak Ditampilkannya Seluruh Uang

Dilansir dari Detik.com Dalam keterangannya kepada media, Jaksa Agung menjelaskan bahwa alasan utama tidak ditampilkannya seluruh uang tersebut adalah keterbatasan ruang dan faktor keamanan. Menurutnya, tidak mungkin membawa dan menata uang tunai sebanyak itu di satu tempat hanya untuk tujuan seremonial.

“Bayangkan, Rp13 triliun jika seluruhnya dalam bentuk uang kertas, beratnya bisa mencapai puluhan ton. Selain tidak efisien, risikonya juga besar dari sisi keamanan maupun logistik,” ujar ST Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa jumlah uang yang diserahkan ke negara tidak berkurang sedikit pun. Seluruh hasil rampasan telah melalui proses verifikasi dan pencatatan yang ketat. Bahkan, untuk memastikan transparansi, seluruh data transfer ke kas negara bisa diakses oleh lembaga auditor terkait.

Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi liar yang sempat beredar di media sosial bahwa hanya sebagian uang yang benar-benar diserahkan.

Transparansi dan Akuntabilitas

Langkah Jaksa Agung menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi publik. Dalam konteks penegakan hukum, menampilkan uang rampasan secara terbuka bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat bahwa hasil kerja penegak hukum benar-benar nyata.

Namun, transparansi juga harus berjalan beriringan dengan kehati-hatian. Menumpuk uang dalam jumlah triliunan rupiah di satu lokasi bisa memunculkan risiko keamanan yang tidak sepadan dengan manfaat simboliknya. Karena itu, sebagian besar uang disimpan secara elektronik di rekening penampungan negara, sesuai dengan prosedur administrasi keuangan yang berlaku.

Purbaya menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan keseimbangan antara aspek keamanan dan kebutuhan publik untuk melihat bukti konkret. “Masyarakat berhak tahu hasil kerja kejaksaan, tapi kami juga wajib menjaga agar uang negara tetap aman,” jelasnya.

Respons Publik

Tampilan “Gunung Duit” itu segera menyebar luas di dunia maya. Banyak masyarakat mengungkapkan kekaguman atas hasil kerja Kejaksaan Agung yang berhasil mengembalikan dana negara dalam jumlah masif. Namun, sebagian netizen juga mempertanyakan kenapa hanya sebagian uang yang dipamerkan.

Setelah klarifikasi resmi dari Jaksa Agung, persepsi publik pun berangsur berubah. Mayoritas menilai langkah tersebut bijak, karena menunjukkan profesionalisme dalam pengelolaan aset negara.

Beberapa pengamat ekonomi bahkan menilai, aksi ini memberi efek psikologis yang positif terhadap kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Bahwa kerja keras pemberantasan korupsi bukan hanya narasi, tetapi menghasilkan dampak konkret yang dapat dilihat dan dihitung nilainya.

Makna Simbolik dari “Gunung Duit”

Meski hanya sebagian uang yang ditampilkan, makna simbolik dari pemandangan itu sangat kuat. Ia menjadi representasi visual dari hasil perjuangan panjang melawan korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan kekuasaan di sektor ekonomi strategis.

Uang yang ditampilkan bukan sekadar kertas bernilai, melainkan bukti bahwa negara mampu merebut kembali hak rakyat yang selama ini dikorupsi. Dalam konteks komunikasi publik, tindakan ini membangun citra positif bahwa Kejaksaan tidak hanya berteori tentang keadilan, tetapi juga mewujudkannya secara nyata.

Jaksa Agung memahami betul nilai dari simbol semacam itu. Dalam beberapa kesempatan, ia menyebut bahwa setiap rupiah yang berhasil dikembalikan ke kas negara adalah kemenangan moral bagi bangsa.

Refleksi atas Peran Kejaksaan

Kasus CPO menjadi salah satu perkara besar yang menegaskan kemampuan Kejaksaan dalam membongkar kejahatan ekonomi tingkat tinggi. Penegakan hukum di sektor ini sangat krusial, mengingat dampaknya yang luas terhadap perekonomian nasional dan stabilitas harga komoditas.

Keberhasilan mengembalikan dana Rp13 triliun adalah bukti nyata dari sinergi antara penyidik, auditor, dan otoritas keuangan. Di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kejaksaan terus memperkuat fungsi pengawasan serta menegakkan prinsip bahwa setiap kejahatan terhadap keuangan negara akan ditindak tanpa pandang bulu.

Penutup

Kontroversi seputar “Gunung Duit” akhirnya mereda setelah penjelasan resmi diberikan. Publik kini memahami bahwa langkah Kejaksaan bukan sekadar pertunjukan, melainkan manifestasi tanggung jawab yang dikemas dengan penuh perhitungan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin berhasil menyeimbangkan antara transparansi dan keamanan, dua hal yang kerap bertentangan dalam praktik birokrasi.

Di balik tumpukan uang yang menggunung itu, tersimpan pesan moral yang jauh lebih besar: bahwa hukum masih berfungsi, negara masih berdaulat atas asetnya, dan keadilan — meski kadang datang lambat — tetap akan menemukan jalannya.

Previous Article Bikin Warga Heboh! Ini Deretan Aset Mewah Riza Khalid yang Disita Kejagung Bikin Warga Heboh! Ini Deretan Aset Mewah Riza Khalid yang Disita Kejagung
Next Article Orasi Kontroversial di Depan Trans7 ‘Gorok Leher’, Komisaris TransJakarta Kini Terancam Sanksi! Orasi Kontroversial di Depan Trans7 ‘Gorok Leher’, Komisaris TransJakarta Kini Terancam Sanksi!

Stay Connected

XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow

Berita Terpopuler

Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau: Warga Panik Usai Terdengar Bunyi Gemuruh!
Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau: Warga Panik Usai Terdengar Bunyi Gemuruh!
Viral
January 2, 2026
Viral! Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan di Bus TransJakarta
Viral! Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan di Bus TransJakarta
Viral
January 2, 2026
Kembang Api Picu Kebakaran, 10 Vila Hangus Dilalap Api!
Kembang Api Picu Kebakaran, 10 Vila Hangus Dilalap Api!
Viral
January 2, 2026
Oknum guru SDN Pajeleran 01 Bogor Diberhentikan, Dugaan Diskriminasi Nilai dan Pungli Les
Oknum guru SDN Pajeleran 01 Bogor Diberhentikan, Dugaan Diskriminasi Nilai dan Pungli Les
Viral
December 16, 2025
kornet.co.id

Kornet.co.id Mengupas tuntas setiap topik yang sedang viral dan menjadi perbincangan utama di media sosial dan masyarakat.

Kategori

  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Politik
  • Viral

Informasi

  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Follow US
Copyright @ 2025 kornet.co.id. All right reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up