
Jakarta Sore yang Tak Biasa di Sekitar Monas
Jakarta kembali menunjukkan wajah lain yang jarang terlihat. Sore itu, Minggu (5/10/2025), suasana di sekitar Monumen Nasional (Monas) mendadak berubah total. Monas mendadak berubah jadi wahana kolam renang gratis setelah air mancur di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, diserbu warga dari berbagai penjuru kota.
Cahaya matahari yang mulai meredup memantulkan rona oranye di gedung-gedung tinggi, menambah kehangatan suasana sore di pusat ibu kota. Ratusan keluarga datang bersama anak-anak mereka, sementara pasangan muda duduk santai menikmati udara Jakarta yang jarang terasa sejuk.
Sejak pagi, kawasan Monas memang telah dipadati puluhan ribu pengunjung yang ingin menyaksikan kemeriahan peringatan HUT ke-80 TNI. Namun tak ada yang menyangka, suasana sore justru berubah menjadi ajang rekreasi spontan ketika air mancur di bundaran Patung Kuda diserbu warga yang ingin bermain air.
Monas Mendadak Jadi Kolam Renang Gratis
Momen langka ini menjadi pusat perhatian warga. Siapa sangka, kawasan yang biasanya megah dan kaku kini berubah menjadi arena bermain air. Anak-anak tampak riang berlari dan menyelam di kolam air mancur yang berwarna hijau toska, seolah tengah berlibur di taman air modern.
Tak sedikit orang tua yang ikut membiarkan anak-anak mereka bermain air. Mereka tahu, kesempatan seperti ini tak datang setiap hari. “Biasanya cuma bisa lihat air mancurnya dari jauh. Sekarang anak-anak bisa nyebur langsung,” ujar Dedi, warga Cempaka Putih, sambil tersenyum puas.
Fenomena Monas mendadak berubah jadi wahana kolam renang gratis ini membuat suasana di sekitar Patung Kuda menjadi lebih hidup. Suara tawa anak-anak bercampur dengan musik dari panggung hiburan rakyat yang digelar tak jauh dari lokasi.
Pedagang kaki lima pun kebanjiran rezeki. Dari es krim, balon, hingga makanan ringan laris diborong pengunjung. Banyak yang bahkan memanfaatkan momen ini untuk berfoto dan membuat konten media sosial — menjadikan Monas bukan hanya pusat peringatan, tapi juga trending topic spontan di dunia maya.
Kemeriahan HUT ke-80 TNI: Merakyat dan Penuh Kejutan
Peringatan HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) kali ini memang dirancang untuk mendekatkan militer dengan masyarakat. Ribuan prajurit dari berbagai matra — darat, laut, dan udara — tampil dalam parade dan atraksi spektakuler sejak pagi.
Dilansir dari idntimes.com, Selain pertunjukan militer, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hiburan rakyat. Di panggung utama, tampil artis papan atas seperti Dewi Persik, Wali Band, dan NDX AKA yang sukses menggoyang suasana sore di tengah lautan penonton.
TNI juga menyediakan makan gratis bagi masyarakat yang hadir, serta pembagian sembako dan doorprize menarik, mulai dari 200 unit sepeda motor, 50 lemari es, hingga 50 televisi. Semua ini membuat perayaan HUT ke-80 TNI terasa benar-benar merakyat dan penuh kejutan.
“Ini wujud terima kasih kami kepada rakyat Indonesia yang selalu mendukung TNI. Perayaan ini bukan hanya milik prajurit, tapi milik seluruh rakyat,” ujar salah satu perwira yang bertugas di lokasi.
Keamanan dan Ketertiban Tetap Terjaga
Meski ribuan orang memadati kawasan Monas dan Patung Kuda, suasana tetap kondusif. Sekitar 1.587 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP dikerahkan untuk menjaga keamanan acara. Mereka mengatur arus lalu lintas, mengontrol area publik, serta memastikan warga bisa menikmati kegiatan dengan aman.
Sesekali terdengar himbauan dari pengeras suara agar pengunjung tetap tertib dan tidak mendorong satu sama lain di sekitar kolam air mancur. Namun, suasana tetap terkendali dan penuh keakraban.
Beberapa prajurit bahkan ikut membantu anak-anak yang terpeleset saat bermain air, menambah kesan humanis dari TNI di tengah rakyat. Momen ini menjadi simbol kebersamaan antara militer dan masyarakat — bahwa kekuatan sejati bangsa ada pada persatuannya.
Dari Parade Hingga Kolam Air Mancur: Jakarta dalam Euforia
Sejak pagi, masyarakat telah memadati jalanan sekitar Monas untuk menyaksikan defile pasukan TNI, atraksi kendaraan tempur, dan demo udara spektakuler. Langit Jakarta sempat bergemuruh oleh aksi jet tempur yang melintas membentuk formasi indah di udara.
Setelah acara resmi usai, banyak warga memilih tetap tinggal untuk menikmati suasana. Dan di sinilah awal mula Monas mendadak berubah jadi wahana kolam renang gratis — bukan karena direncanakan, tapi karena spontanitas warga yang ingin bersenang-senang.
Fenomena ini mengingatkan kembali bahwa ruang publik seperti Monas bukan hanya simbol kebanggaan nasional, tapi juga tempat warga mengekspresikan kebahagiaan bersama.
Wajah Baru Jakarta: Hangat, Humanis, dan Penuh Warna
Pemandangan sore itu menegaskan bahwa Jakarta bukan sekadar kota yang sibuk dan padat. Di balik hiruk pikuknya, masih ada ruang bagi kebersamaan dan keceriaan.
Monas yang biasanya menjadi simbol keagungan dan formalitas, berubah sejenak menjadi tempat penuh tawa. Air mancur yang selama ini hanya menjadi ornamen estetika, kini berfungsi sebagai “kolam renang gratis” yang mempererat interaksi antarwarga.
Meski sederhana, momen ini meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Sebuah potret langka ketika Monas mendadak berubah jadi wahana kolam renang gratis, menghadirkan keceriaan tanpa batas di tengah kemeriahan ulang tahun TNI.
Penutup: Momen yang Tak Akan Terlupakan
HUT ke-80 TNI bukan hanya perayaan kekuatan militer, tapi juga perayaan kedekatan antara TNI dan rakyat. Monas sore itu menjadi saksi bagaimana tawa, air, dan kebersamaan menyatu dalam satu peristiwa yang tak biasa.
Fenomena Monas mendadak berubah jadi wahana kolam renang gratis akan dikenang sebagai simbol bahwa kemeriahan sejati adalah ketika rakyat bisa merasakan kegembiraan yang sama — tanpa batas, tanpa sekat, dan tanpa biaya.

