News

Pemandu Wisata dan 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

By kornetco  | 
Pemandu Wisata dan 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau - jurnalis hilang
Foto itu dikirimkan Heriyanto ke grup WhatsApp pada Senin (7/9) pukul 18.13 WIB, saat dia memberi kabar bahwa mereka sudah berada di dekat Gunung Anak Krakatau.

Seorang pemandu wisata, Heriyanto, mengirim foto terakhir Gunung Anak Krakatau sebelum kapal yang ditumpanginya bersama lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda. Foto tersebut menunjukkan gunung berapi tersebut mengeluarkan asap putih, tanpa ada pulau lain yang menghalangi pandangannya. Perairan Selat Sunda dikenal sebagai jalur pelayaran sibuk yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Jawa, dan sering dilintasi oleh kapal-kapal besar serta nelayan lokal. Kondisi geografis ini menambah kompleksitas pencarian, mengingat lalu lintas kapal yang padat dan luasnya area yang harus disisir.

Foto itu dikirimkan Heriyanto ke grup WhatsApp pada Senin (7/9) pukul 18.13 WIB, saat dia memberi kabar bahwa mereka sudah berada di dekat Gunung Anak Krakatau. Rekan Heriyanto, Yandi, mengatakan bahwa foto tersebut kemungkinan besar diambil di area antara Pulau Sertung, sekitar pukul 16.00-17.00 WIB. Yandi menambahkan bahwa sinyal di wilayah tersebut sangat tidak stabil, sehingga pengiriman foto mungkin tertunda hingga Heriyanto memasuki area dengan sinyal yang lebih baik. Ia juga menyebutkan bahwa Heriyanto adalah pemandu berpengalaman yang sering membawa rombongan ke sekitar Krakatau, meski kondisi gunung berapi saat itu sedang dalam status siaga.

Identitas Jurnalis dan Kru Kapal

Lima jurnalis yang berada dalam kapal speedboat tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, jurnalis lepas. Mereka didampingi oleh Warta sebagai kapten speedboat, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu wisata. Perjalanan ini bertujuan untuk meliput aktivitas terkini Gunung Anak Krakatau, yang telah menjadi sorotan media sejak letusan besar pada 2018. Para jurnalis tersebut membawa peralatan lengkap untuk dokumentasi, termasuk kamera dan drone, yang diharapkan dapat membantu dalam pencarian jika ditemukan nanti.

Mereka berangkat dari Carita, Pandeglang, untuk meliput Gunung Anak Krakatau. Namun, hingga kini, kapal mereka belum ditemukan. Tim SAR telah diminta untuk mengecek Pulau Sertung, yang diduga menjadi tempat rombongan jurnalis turun. Pencarian melibatkan helikopter, kapal patroli, dan tim penyelam, dengan fokus pada area sekitar Pulau Sertung dan perairan sekitarnya. Cuaca buruk dan gelombang tinggi di Selat Sunda memperlambat proses pencarian, menambah kecemasan keluarga dan rekan-rekan yang menunggu kabar.

Permintaan Istri Jurnalis

Desi, istri jurnalis ANTARA Bagus Khoirunnas, menyebutkan bahwa suaminya sempat berbincang dengan temannya tentang rencana turun di Pulau Sertung. Dia menduga rombongan bisa saja turun ke pulau tersebut. Desi meminta Tim SAR untuk mengecek Pulau Sertung dan area sekitarnya. Desi juga menyampaikan bahwa suaminya adalah jurnalis yang selalu berhati-hati dalam tugas, dan ia berharap tim SAR dapat mempercepat pencarian dengan melibatkan teknologi seperti sonar dan drone. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berdoa agar rombongan dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Pulau Sertung, bersama Pulau Rakata dan Krakatau, berada dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Area tersebut harus dihindari karena status gunung berapi tersebut berada di level III atau siaga. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang mengeluarkan peringatan rutin bagi pengunjung dan nelayan di sekitar wilayah tersebut. Meski demikian, pulau-pulau ini sering menjadi tujuan wisatawan yang ingin melihat keindahan alam dan aktivitas vulkanik dari jarak dekat.

Hingga kini, pencarian terhadap kapal yang hilang kontak tersebut masih terus dilakukan. Keluarga dan rekan-rekan jurnalis yang hilang masih menunggu kabar terbaru tentang nasib mereka. Masyarakat lokal di Carita dan sekitarnya juga ikut membantu dengan memberikan informasi dan dukungan logistik. Harapan besar tertuju pada teknologi modern dan kerja keras tim SAR untuk menemukan jejak kapal dan penumpang yang hilang.

← Previous Article
Skor AnTuTu dan Kemampuan Chip A20 Pro