Seruan boikot terhadap produk makanan dan restoran Indonesia yang beroperasi di Malaysia viral di platform Threads pada Minggu, 4 Oktober 2026. Unggahan tersebut dibuat oleh akun @mee.zsa dan berisi daftar sejumlah merek makanan serta minuman asal Indonesia yang memiliki gerai di Malaysia. Seruan itu muncul karena pengunggah menilai terdapat dugaan penghinaan terhadap Raja Malaysia.
Daftar Produk Indonesia yang Disorot
Dalam unggahannya, @mee.zsa mengajak pengguna Threads untuk membagikan kembali daftar merek kuliner Indonesia yang disebut beroperasi di Malaysia. Daftar tersebut mencakup sejumlah gerai minuman, makanan, hingga produk dari perusahaan besar Indonesia.
Beberapa nama yang dicantumkan antara lain Kenangan Coffee, Ai-Cha Ice Cream & Tea, MOMOYO, Sari Ratu, Waroeng Penyet, dan RM Cibiuk. Produk dari Indofood juga turut disebut dalam daftar tersebut. Pengunggah juga memberikan keterangan mengenai keberadaan dan jumlah gerai dari sejumlah merek yang dicantumkan.
Seruan tersebut kemudian mendapat perhatian besar di Threads. Unggahan itu memperoleh ribuan tanda suka, komentar, serta dibagikan ulang oleh pengguna lain. Respons yang muncul pun beragam, mulai dari mendukung seruan boikot hingga mempertanyakan dampaknya.
Warganet Berikan Tanggapan Pro dan Kontra
Salah satu pengguna Threads mempertanyakan efektivitas boikot karena sebagian gerai yang disebut merupakan waralaba. Menurut komentar tersebut, sejumlah pemilik waralaba justru merupakan warga Malaysia. Karena itu, ia menilai aksi boikot dapat memberikan dampak kepada masyarakat Malaysia sendiri.
Warganet lainnya memberikan tanggapan bernada sarkastis dengan mengaitkan seruan boikot tersebut dengan berbagai produk dan budaya Indonesia. Ia menyebut batik, rendang, lagu Indonesia, film Indonesia, serta wayang dalam komentarnya. Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa seruan boikot tidak hanya memicu dukungan, tetapi juga perdebatan mengenai hubungan budaya kedua negara.
Perdebatan di kolom komentar kemudian berkembang dengan berbagai sudut pandang. Sebagian pengguna mempertanyakan alasan di balik seruan tersebut, sementara lainnya menanggapi dengan kritik terhadap sikap boikot yang dianggap tidak sederhana karena produk Indonesia telah memiliki keterkaitan dengan pasar dan pelaku usaha di Malaysia.
Alasan Boikot Disebut Bukan karena Sepak Bola
Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun @mee.zsa menjelaskan alasan di balik seruan boikot tersebut. Ia menyatakan bahwa aksinya bukan berkaitan dengan perselisihan atau kekalahan dalam pertandingan sepak bola yang sebelumnya menjadi perhatian.
Menurut pengunggah, pemicu seruan tersebut adalah adanya unggahan di media sosial yang diduga mengandung penghinaan terhadap Raja Malaysia atau mantan pemimpin Malaysia. Ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut membuat kesabaran sebagian masyarakat Malaysia dianggap telah mencapai batas.
Meski alasan tersebut telah disampaikan oleh pengunggah, bentuk atau isi unggahan yang dituduhkan sebagai penghinaan terhadap Raja Malaysia belum diketahui secara pasti. Dengan demikian, informasi mengenai dugaan penghinaan tersebut masih menjadi bagian dari alasan yang disampaikan oleh pemilik akun Threads tersebut.
Seruan boikot yang beredar luas ini akhirnya menjadi perdebatan di media sosial. Beragam tanggapan dari warganet menunjukkan adanya pro dan kontra terhadap daftar produk kuliner Indonesia yang dibagikan, sementara dugaan unggahan yang menjadi pemicu seruan tersebut belum diketahui secara jelas.
