Koran NetizenKoran NetizenKoran Netizen
  • Teknologi
    TeknologiShow More
    Meta PHK Massal Lagi, Pangkas 1.500 Karyawan Reality Labs
    Meta PHK Massal Lagi, Pangkas 1.500 Karyawan Reality Labs
    January 15, 2026
    Misteri Mobil Listrik Rp 1,3 M Terbakar di Medan
    Misteri Mobil Listrik Rp 1,3 M Terbakar di Medan
    January 8, 2026
    Rokok Ilegal Senilai Rp300 Miliar Disita dari Gudang di Pekanbaru! 3 Pelaku Ditangkap!
    Rokok Ilegal Senilai Rp300 Miliar Disita dari Gudang di Pekanbaru! 3 Pelaku Ditangkap!
    January 7, 2026
    HP Lipat Baru Datang: Moto Razr 60 Segera Rilis di Indonesia! Ini Bocoran Terbarunya
    HP Lipat Baru Datang: Moto Razr 60 Segera Rilis di Indonesia! Ini Bocoran Terbarunya
    November 15, 2025
    OpenAI Digugat Hak Cipta Lawan  Oleh Jerman
    OpenAI Digugat Hak Cipta Lawan Oleh Jerman
    November 12, 2025
  • Olah Raga
    Olah RagaShow More
    Paris Fernandes vs Rudy Golden Boy Siap Adu Gebuk!
    Paris Fernandes vs Rudy Golden Boy Siap Adu Gebuk!
    November 8, 2025
    Andre Rosiade Sindir Pelatih Patrick Kluivert
    Andre Rosiade Sindir Pelatih Patrick Kluivert
    October 10, 2025
    Daftar Pemenang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika: Dari Oliveira hingga Jorge Martin
    Daftar Pemenang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika: Dari Oliveira hingga Jorge Martin
    October 4, 2025
    Marc Marquez Terjatuh Dua Kali, Kutukan MotoGP Mandalika 2025 Berlanjut
    Marc Marquez Terjatuh Dua Kali, Kutukan MotoGP Mandalika 2025 Berlanjut
    October 4, 2025
    Resmi! Paris Pernandes vs Rudy Golden Boy Siap Bertarung di Ring Tinju pada 9 November 2025!
    Resmi! Paris Pernandes vs Rudy Golden Boy Siap Bertarung di Ring Tinju pada 9 November 2025!
    September 13, 2025
  • Politik
    PolitikShow More
    Prabowo Sentil Pantai Bali yang Kotor, Pemda Langsung Bersihkan
    Prabowo Sentil Pantai Bali yang Kotor, Pemda Langsung Bersihkan
    February 3, 2026
    Jalan Daan Mogot Jakarta Barat Masih Banjir, Lalin Macet Parah
    Jalan Daan Mogot Jakarta Barat Masih Banjir, Lalin Macet Parah
    January 29, 2026
    Ahok Jadi Saksi di Sidang Kasus Anak Riza Chalid
    Ahok Jadi Saksi di Sidang Kasus Anak Riza Chalid
    January 28, 2026
    Denmark Kerahkan Pasukan Tambahan ke Greenland di Tengah Ketegangan Geopolitik
    Denmark Kerahkan Pasukan Tambahan ke Greenland di Tengah Ketegangan Geopolitik
    January 20, 2026
    Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Kekayaannya Capai Rp31,5 Miliar
    Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Kekayaannya Capai Rp31,5 Miliar
    January 20, 2026
  • Viral
    ViralShow More
    SPPG Bantah Siswi di Kudus Meninggal Terkait MBG
    SPPG Bantah Siswi di Kudus Meninggal Terkait MBG
    February 3, 2026
    Viral Muadzin Meninggal Saat Mengumandangkan Adzan
    Viral Muadzin Meninggal Saat Mengumandangkan Adzan
    February 3, 2026
    8 Rumah di Cisoka Tangerang Rusak Akibat Longsor di Bibir Sungai
    8 Rumah di Cisoka Tangerang Rusak Akibat Longsor di Bibir Sungai
    February 3, 2026
    Istri di Blitar Babak Belur Dihajar Suami Gegara Live TikTok
    Istri di Blitar Babak Belur Dihajar Suami Gegara Live TikTok
    February 3, 2026
    Tangkap Pencuri, Pemuda Aceh Tengah Dituntut 1,6 Tahun Penjara
    Tangkap Pencuri, Pemuda Aceh Tengah Dituntut 1,6 Tahun Penjara
    February 3, 2026
  • Copyright
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
  • Kontak
Reading: 8 Rumah di Cisoka Tangerang Rusak Akibat Longsor di Bibir Sungai
Share
Koran NetizenKoran Netizen
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Politik
  • Viral
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Koran Netizen > Blog > Viral > 8 Rumah di Cisoka Tangerang Rusak Akibat Longsor di Bibir Sungai
Viral

8 Rumah di Cisoka Tangerang Rusak Akibat Longsor di Bibir Sungai

Last updated: February 3, 2026 7:22 am
By kornetco
Published: February 3, 2026
5 Min Read
8 Rumah di Cisoka Tangerang Rusak Akibat Longsor di Bibir Sungai

Kornet.co.id – Bencana alam kembali menorehkan jejak kerusakan di wilayah permukiman padat. Kali ini, longsor terjadi di Kecamatan Cisoka, Tangerang, mengakibatkan delapan rumah warga rusak dengan tingkat keparahan beragam. Peristiwa tersebut tidak hanya merobohkan dinding dan fondasi, tetapi juga meruntuhkan rasa aman warga yang selama ini hidup berdampingan dengan aliran sungai.

Longsor terjadi di bibir sungai yang telah lama mengalami degradasi struktur tanah. Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama. Tanah yang jenuh air kehilangan kohesi. Gravitasi bekerja tanpa kompromi. Dalam hitungan menit, tepian sungai amblas, menyeret bagian rumah yang berdiri terlalu dekat dengan garis bahaya.

Kronologi Kejadian dan Dampak Awal

Peristiwa longsor di Cisoka berlangsung pada malam hari. Hujan turun dengan intensitas tinggi sejak sore. Warga mulai mendengar suara retakan tanah. Tidak lama kemudian, sebagian tebing sungai runtuh. Dinding rumah roboh. Lantai terbelah. Beberapa perabot hanyut terbawa arus.

Di Tangerang, kejadian semacam ini bukan kali pertama. Namun, setiap insiden selalu menyisakan trauma baru. Delapan rumah terdampak langsung. Sejumlah keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau pos darurat. Tidak ada laporan korban jiwa, tetapi kerugian material diperkirakan signifikan.

Petugas gabungan dari pemerintah daerah, BPBD, dan relawan segera turun ke lokasi. Area longsor dipasangi garis pengaman. Warga diminta menjauh dari bibir sungai demi menghindari longsor susulan.

Faktor Lingkungan dan Kerentanan Wilayah

Wilayah bantaran sungai di Tangerang memiliki kerentanan tinggi terhadap longsor. Perubahan tata guna lahan, minimnya vegetasi penahan tanah, serta sedimentasi sungai memperburuk kondisi. Ketika hujan ekstrem datang, tanah kehilangan stabilitas struktural.

Rumah-rumah yang berdiri terlalu dekat dengan sungai sering kali tidak memiliki fondasi penahan yang memadai. Dalam jangka panjang, erosi perlahan menggerus tanah penyangga. Longsor hanyalah soal waktu. Peristiwa di Cisoka menjadi manifestasi dari akumulasi risiko yang diabaikan.

Respons Pemerintah dan Upaya Penanganan

Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan akan melakukan pendataan kerusakan dan menyalurkan bantuan darurat. Fokus awal diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak: logistik, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan.

Selain itu, wacana normalisasi sungai kembali mencuat. Perkuatan tebing dengan bronjong atau turap dinilai mendesak. Namun, langkah teknis semata tidak cukup. Relokasi warga dari zona rawan menjadi isu krusial yang selalu berhadapan dengan realitas sosial dan ekonomi.

Dalam banyak kasus di Tangerang, relokasi kerap menemui resistensi. Ikatan emosional dengan tanah, keterbatasan lahan alternatif, dan persoalan mata pencaharian menjadi penghambat utama. Di sinilah kebijakan perlu hadir dengan pendekatan persuasif dan berkeadilan.

Perspektif Sosial: Hidup di Antara Risiko

Bagi warga Cisoka, tinggal di bantaran sungai bukan pilihan ideal. Ia sering kali lahir dari keterpaksaan. Harga tanah yang lebih terjangkau. Akses dekat dengan sumber air. Kedekatan dengan pusat aktivitas ekonomi. Namun, semua itu dibayar mahal ketika alam menunjukkan wajah kerasnya.

Longsor di Tangerang ini membuka kembali diskusi tentang keadilan ruang. Siapa yang berhak atas hunian aman? Sejauh mana negara bertanggung jawab melindungi warganya dari risiko ekologis? Pertanyaan-pertanyaan ini menggema di tengah puing-puing rumah yang runtuh.

Ancaman Longsor Susulan dan Kesiapsiagaan

Ahli kebencanaan memperingatkan potensi longsor susulan. Tanah di sekitar lokasi masih labil. Hujan lanjutan dapat memperparah kondisi. Warga diminta waspada. Kesiapsiagaan menjadi kata kunci.

Di Tangerang, edukasi kebencanaan perlu diperkuat. Tanda-tanda awal longsor—retakan tanah, pohon miring, perubahan aliran air—harus dikenali warga. Respons cepat dapat menyelamatkan nyawa, meski tidak selalu mampu menyelamatkan harta benda.

Media, Empati, dan Tanggung Jawab Publik

Peristiwa ini menyedot perhatian media lokal. Gambar rumah rusak tersebar luas. Di satu sisi, sorotan publik membantu percepatan bantuan. Di sisi lain, ada risiko normalisasi bencana—seolah longsor adalah rutinitas yang tak terhindarkan.

Narasi tentang Tangerang tidak boleh berhenti pada laporan kerusakan. Ia harus berlanjut pada dorongan perubahan kebijakan, perbaikan tata ruang, dan perlindungan jangka panjang bagi warga rentan.

Penutup: Dari Reruntuhan Menuju Pembenahan

Longsor yang merusak delapan rumah di Cisoka adalah peringatan keras. Alam berbicara dengan caranya sendiri. Di Tangerang, pesan itu jelas: pembangunan tanpa kehati-hatian akan berhadapan langsung dengan risiko ekologis.

Pemulihan pascabencana harus berjalan seiring dengan perencanaan masa depan. Bantuan darurat penting. Namun, yang lebih penting adalah mencegah tragedi serupa terulang. Ketika keselamatan warga ditempatkan sebagai prioritas utama, maka dari reruntuhan pun harapan dapat dibangun kembali.

Previous Article Istri di Blitar Babak Belur Dihajar Suami Gegara Live TikTok Istri di Blitar Babak Belur Dihajar Suami Gegara Live TikTok
Next Article Viral Muadzin Meninggal Saat Mengumandangkan Adzan Viral Muadzin Meninggal Saat Mengumandangkan Adzan
kornet.co.id

Kornet.co.id Mengupas tuntas setiap topik yang sedang viral dan menjadi perbincangan utama di media sosial dan masyarakat.

Kategori

  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Politik
  • Viral

Informasi

  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Follow US
Copyright @ 2025 kornet.co.id. All right reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up