Inflasi April Terus Rendah

Inflasi April Terus Rendah

Inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13% secara bulanan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan ini mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026.

Secara kumulatif, inflasi tahun berjalan (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 1,06%.

Read Also: AS serahkan kapal Iran disita ke Pakistan, 22 awak ikut

Tauhid Ahmad, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menilai tingkat inflasi saat ini masih berada dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah.

Level inflasi tahunan berada di angka 2,42% pada April 2026, dianggap masih terkendali pada kisaran target pemerintah.

“Kalau kita lihat IHK yang terefleksi oleh inflasi kan berarti turun nih 2,5% ya. Kemudian dari year to date-nya di angka 1% begitu ya. Sebenarnya masih kalau 2,5% itu kan masih dalam range ya. Masih relatif dalam jangkauan pemerintah,” ujar Tauhid Ahmad kepada detikcom, Senin (4/5/2026).

Inflasi April Rendah, Tapi Tekanan Inflasi Ke Depan Perlu Diwaspadai

Namun demikian, mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi ke depan yang perlu diwaspadai.

Pasalnya, inflasi year-to-date yang telah mencapai sekitar 1% dalam empat bulan pertama tahun ini menunjukkan adanya tren kenaikan harga yang mulai terasa.

Menurutnya, tekanan tersebut dipicu oleh kenaikan harga komponen non-subsidi, serta meningkatnya biaya input produksi dan logistik global.

Dampaknya, kenaikan harga diperkirakan akan terus merambat ke berbagai sektor dalam beberapa bulan mendatang.

Kelompok Pengeluaran Penyumbang Inflasi Bulanan Terbesar

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari transportasi.

Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,99% dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,12%.

Komoditas yang paling dominan mendorong inflasi di sektor transportasi adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,11%.

Selain itu, bensin juga turut menyumbang inflasi sebesar 0,02%.

Di luar sektor transportasi, sejumlah komoditas pangan juga ikut mendorong inflasi.

Minyak goreng memberikan andil sebesar 0,05%, disusul tomat sebesar 0,03%, serta beras dan nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,02%.

Komoditas yang Memberikan Andil Deflasi

Namun demikian, beberapa komoditas masih memberikan andil deflasi pada April 2026.

Di antaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11%, emas perhiasan 0,09%, cabai rawit 0,06%, serta telur ayam ras sebesar 0,04%.

“Selain itu terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi di April 2026 yaitu daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11%, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09%, cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing 0,06% dan 0,04%” jelas Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Pada pukul 10.00 WIB, BPS mengumumkan data inflasi April 2026 di ruang konferensi BPS di Jakarta.

Data ini menjadi acuan bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan ekonomi ke depan.

AS serahkan kapal Iran disita ke Pakistan, 22 awak ikut Previous post AS serahkan kapal Iran disita ke Pakistan, 22 awak ikut