
Masjid Kristal Khadija di Sleman, Yogyakarta, menjadi daya tarik baru bagi pengunjung yang mencari keindahan arsitektur Islam bergaya Persia. Masjid ini, yang terletak di kompleks Sekolah Menengah Internasional Budi Mulia Dua, menawarkan pengalaman ibadah yang berbeda dari masjid-masjid konvensional di Indonesia. Menurut laporan detikHikmah pada 19 September 2026, masjid ini menonjol dengan arsitektur unik bergaya Persia yang jarang ditemui di Sleman.
Desain yang Terinspirasi Persia
Masjid Kristal Khadija dirancang dengan gaya arsitektur Persia yang khas. Dari luar, fasad menyerupai Masjid Biru di Iran, menampilkan dominasi warna biru tua serta kaligrafi ayat suci yang mengalir di sepanjang dinding. Ubin keramik berwarna-warni dan pola geometris menambah kesan dinamis pada eksterior. Gerbang iwan besar menjadi titik fokus utama, mengundang mata setiap tamu yang melintas.
Di dalam, ia meniru Masjid Shah Cheragh di Iran, dengan ornamen kristal yang menutupi dinding atas dan langit-langit. Lampu gantung berwarna putih dan kuning menambah kesan elegan. Sementara itu, dinding bawah dilapisi marmer dari Italia, memberikan sentuhan mewah pada ruang salat. Setiap ornamen memiliki makna tersendiri, termasuk muqarnas yang menjadi ciri khas arsitektur Persia.
Ruang salat wanita di lantai satu dirancang dengan sangat indah, sesuai dengan nama masjid yang diambil dari sosok Sayyidah Khadijah RA, istri Nabi Muhammad SAW. Area ini juga dihiasi dengan kristal-kristal yang memantulkan cahaya, menciptakan suasana khusyuk ketika lampu dinyalakan. Sebuah foto yang dipublikasikan oleh Kristina di detikcom menampilkan ruang salat wanita di lantai satu, menekankan detail kristal yang memantulkan cahaya. Kecantikan ruang tersebut dipuji karena mencerminkan keanggunan Sayyidah Khadijah RA, istri Nabi Muhammad SAW, yang menjadi inspirasi penamaan masjid.
Fasilitas dan Kapasitas
Masjid ini memiliki dua lantai dengan kapasitas sekitar 400 jemaah. Selain ruang salat utama, ia dilengkapi dengan toilet yang luas serta area wudhu di sisi kiri bangunan. Desain interior yang terang dan terbuka membuatnya nyaman bagi para jemaah yang datang untuk beribadah atau sekadar berkunjung.
Kubah masjid dihiasi cekungan biru dengan kaligrafi “Allah” di pusatnya, menambah kesan spiritual bagi pengunjung. Desain ini tidak hanya estetis, tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan ketenangan saat beribadah.
