
Pabrik Mawar Legendaris Taif yang berusia hampir 150 tahun masih menjadi daya tarik bagi jemaah haji, umrah, dan wisatawan. Lokasi ini tidak hanya menghasilkan parfum mawar khas Taif yang terkenal, tetapi juga menyimpan sejarah proses penyulingan tradisional yang masih dipertahankan. Berdiri sejak pertengahan abad ke-19, pabrik ini dikenal sebagai Rashid Hussein Al-Qurashi, sebuah nama yang telah menjadi ikon wisata di kota Taif. Setiap hari, ribuan pengunjung datang untuk melihat proses pembuatan parfum, air mawar, dan produk kecantikan lainnya. Meski musim panen telah berakhir, pengunjung tetap bisa melihat peralatan penyulingan tradisional yang masih digunakan.
Baca Juga: Bos PSIM Berharap Derby DIY Lawan PSS Dengan Penonton
“Mawar di Taif hanya dipanen pada bulan Ramadan dan Syawal,” kata Abdullah, seorang pegawai pabrik yang akrab disapa Dul. Pabrik ini sering dikunjungi oleh tim Media Center Haji (MCH) yang membawa pengunjung untuk mengeksplorasi area penyulingan tradisional yang telah digunakan selama berabad-abad. Dalam satu kali penyulingan, proses produksi bisa berlanjut.
Selain parfum, hasil penyulingan juga diolah menjadi sabun, lotion, teh, perawatan rambut, dan produk perawatan kulit. “Bisa juga dibuat teh. Soal manfaat, mungkin wangi saja,” ujar Dul sambil tersenyum. Produksi besar biasanya dilakukan saat musim panen.
Baca Juga: Kemen PKP usul bedah 2 juta rumah 2027
Pabrik ini tetap mempertahankan tradisi yang diwariskan generasi ke generasi. Di tengah perkembangan industri parfum modern, Al-Qurashi menjadi satu-satunya tempat yang menggunakan metode tradisional. Keberadaan pabrik ini bukan sekadar tempat produksi, tetapi juga simbol budaya Taif. Meski usianya hampir 150 tahun, proses penyulingan masih tetap seperti dulu, dengan air panas dan dingin yang dicampur dalam alat tradisional. Semua produk dibuat tanpa alkohol, menggunakan hanya bunga mawar Taif dan air.
Baca Juga: Tips Simpan Daging Kurban Awet Berbulan-bulan
Pabrik Al-Qurashi berperan dalam mendukung ekonomi lokal melalui perekrutan tenaga kerja dan ekspor produk ke berbagai pasar global. Meski musim panen berakhir, pabrik tetap menjadi pusat pendidikan budaya dan teknologi penyulingan tradisional, menarik minat para peneliti dan pelajar dari seluruh dunia.
