INDY dan NCKL Masuk LQ45

INDY dan NCKL Masuk LQ45

PT Indika Energy Tbk dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk masuk indeks LQ45 sebagai konstituen baru. Perubahan ini berdampak signifikan pada indeks saham.
HomeViralModus Top Up Nyawa hingga Tiket Surga, Pria Mengaku Imam Mah...

Modus Top Up Nyawa hingga Tiket Surga, Pria Mengaku Imam Mahdi Dilaporkan

Modus Top Up Nyawa hingga Tiket Surga, Pria Mengaku Imam Mahdi Dilaporkan - penipuan Imam Mahdi

Seorang pria berinisial F dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan dengan modus mengaku sebagai Imam Mahdi. Laporan itu dibuat oleh Halimi, yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp1,3 miliar setelah sekitar enam tahun mengikuti ajaran F yang dipercaya sebagai guru spiritualnya. Kabar ini dilansir dari Kompas.com, Sabtu (23/10/2026), dan berlokasi di Bangkalan.

Berawal dari Pergantian Guru Spiritual

Halimi menuturkan bahwa awalnya ia berguru kepada kakak F yang berinisial GY. Namun, setelah GY meninggal dunia pada 2019, Halimi mengaku diperkenalkan kepada ayah F yang berinisial AS dan diminta menyebut AS sebagai Ratu Adil serta F sebagai Imam Mahdi. Menurut Halimi, setelah 40 hari GY meninggal, ia dan sejumlah pengikut dipanggil ke rumah F dan di sana diperkenalkan dengan AS. Dalam pertemuan itu, mereka disuruh memanggil AS sebagai Ratu Adil dan F sebagai Imam Mahdi.

Setelah pertemuan tersebut, Halimi mulai menerima ajaran yang dinilainya menyimpang. Ia mengaku diminta tidak membawa ponsel setiap kali bertemu dan mengenakan pakaian putih. Halimi juga menyebut F kerap menyampaikan bahwa AS dapat melihat amal para pengikutnya dan berkomunikasi langsung dengan Allah. Keyakinan itu membuat Halimi semakin percaya hingga menuruti sejumlah permintaan yang berujung pada kerugian finansial.

Permintaan Uang yang Terus Berlanjut

Dugaan penipuan tersebut, kata Halimi, bermula ketika istrinya belum hamil. Saat itu, F disebut mengaitkan kondisi tersebut dengan gangguan makhluk gaib di sekitar rumahnya dan meminta uang Rp5 juta untuk mengatasinya. Permintaan uang kemudian terus berlanjut. Halimi mengaku diminta membayar sejumlah uang agar dirinya dan anak yang masih dalam kandungan dapat berumur panjang. Ia menyebut pelaku mengatakan bahwa agar umurnya panjang, ia harus membayar uang atau top up sebanyak Rp3 juta, dan pembayaran itu ia lakukan sebanyak 10 kali dan 15 kali.

Selain itu, Halimi mengaku diminta membayar uang untuk membeli tiket ke surga. Pembayaran tersebut disebut dijanjikan dapat membuat keluarganya terhindar dari siksa kubur dan masuk surga dengan nyaman. Halimi juga mengatakan bahwa pelaku membujuknya untuk membayarkan sejumlah uang agar bisa menjadi wali dan dilantik menjadi wali.

Kepercayaan Luntur Setelah AS Meninggal

Kepercayaan Halimi terhadap F mulai luntur setelah AS meninggal dunia pada 2025. Ia mempertanyakan klaim yang selama ini dipercayainya karena F disebut tidak mampu memperpanjang umur ayahnya sendiri. Menurut Halimi, di situlah kepercayaan mereka mulai luntur dan mereka mulai meyakini bahwa ini adalah penipuan. Ia memperkirakan total uang yang telah dikeluarkan selama sekitar enam tahun mencapai Rp1,3 miliar. Halimi mengaku telah meminta F mengembalikan uang tersebut, tetapi hingga kini belum menerima pengembalian.

Selain dugaan penipuan, Halimi juga menuding F dan AS menyampaikan ajaran yang menyimpang, termasuk klaim mengenai kedudukan mereka yang disebut sejajar dengan Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyebut keduanya mengajarkan bahwa salat Jumat merupakan hadiah yang tidak berdosa jika ditinggalkan. Halimi berharap laporan penipuan yang ia sampaikan ke polisi bisa diusut tuntas.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan pihaknya akan memeriksa informasi mengenai laporan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian akan mengecek karena informasi yang diterima menyebutkan laporan baru dibuat hari itu. Kasus ini meninggalkan luka bagi korban yang selama bertahun-tahun menaruh kepercayaan penuh, dan proses hukum diharapkan menjadi jalan untuk mencari kejelasan.