Jakarta BTS Concert Promoter Denies Ticket Sale Allegations

Jakarta BTS Concert Promoter Denies Ticket Sale Allegations

The BTS ticket scandal in Jakarta sees fans accusing promoter iMe Indonesia of reserving seats for celebrities, sparking debate on social media.
HomeViralHarga Cabai Merah Keriting Melonjak Tembus Rp125.000 per Kg

Harga Cabai Merah Keriting Melonjak Tembus Rp125.000 per Kg

Harga Cabai Merah Keriting Melonjak Tembus Rp125.000 per Kg - harga cabai melonjak

Harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional kembali menekan kantong rumah tangga pada Rabu (7/10/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) pukul 08.00 WIB, harga cabai merah keriting melonjak 72,77 persen atau setara Rp52.650 menjadi Rp125.000 per kilogram (kg). Kenaikan ini menjadi yang paling mencolok dan membuat para ibu rumah tangga makin gigit jari. Dengan harga setinggi itu, mereka harus lebih berhemat, dan tidak jarang rasa makanan di rumah ikut terdampak.

Cabai Jadi Biang Kerok Kenaikan Harga

Lonjakan tidak hanya dialami cabai merah keriting. Harga cabai rawit merah ikut naik 16,26 persen atau setara Rp16.350 menjadi Rp116.900 per kg. Cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan 7,36 persen atau Rp5.100 menjadi Rp74.400 per kg. Namun, cabai merah besar justru bergerak berlawanan dengan turun 2,78 persen atau Rp1.700 menjadi Rp59.400 per kg. Perbedaan arah harga antarjenis cabai ini menunjukkan tekanan harga pangan belum merata, meski kenaikan pada cabai merah keriting dan cabai rawit merah cukup besar untuk dicermati konsumen.

Ayam, Telur hingga Gula Ikut Naik

Tekanan harga juga terasa pada kelompok pangan hewani. Harga daging ayam ras segar naik 10,38 persen atau Rp4.350 menjadi Rp46.250 per kg. Harga telur ayam ras segar meningkat 5,03 persen atau Rp1.500 menjadi Rp31.350 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas 1 naik 1,67 persen menjadi Rp155.000 per kg dan daging sapi kualitas 2 meningkat 2,93 persen menjadi Rp147.500 per kg.

Di kelompok bahan pangan lainnya, gula pasir kualitas premium naik 7,62 persen atau Rp1.550 menjadi Rp21.900 per kg. Minyak goreng curah juga naik 3,68 persen menjadi Rp21.150 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 4,72 persen menjadi Rp25.500 per kg. Kenaikan berbagai komoditas tersebut berpotensi menambah tekanan pada belanja rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang konsumsi hariannya sangat bergantung pada komoditas pangan segar.

Beras Bergerak Campuran dan Bawang Merah Naik

Berbeda dengan cabai dan sejumlah komoditas lainnya, pergerakan harga beras cenderung beragam. Beras kualitas bawah I naik 1,01 persen menjadi Rp15.050 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II naik 0,34 persen menjadi Rp14.750 per kg. Sebaliknya, beras medium I turun 0,3 persen menjadi Rp16.550 per kg dan beras medium II turun cukup tajam sebesar 3,66 persen atau Rp600 menjadi Rp15.800 per kg. Harga beras super I naik 0,56 persen menjadi Rp18.050 per kg, sementara beras super II turun 2,88 persen atau Rp500 menjadi Rp16.850 per kg.

Tekanan juga datang dari komoditas bumbu dapur. Harga bawang merah ukuran sedang naik 7,24 persen atau Rp2.700 menjadi Rp40.000 per kg. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang justru turun tipis 0,51 persen atau Rp200 menjadi Rp38.700 per kg. Untuk gula pasir lokal, harga juga turun 2,61 persen atau Rp500 menjadi Rp18.650 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek 2 turut turun 3,19 persen atau Rp750 menjadi Rp22.750 per kg. Ragam pergerakan harga ini menjadi gambaran bahwa dinamika pangan pekan ini masih belum stabil, dan rumah tangga perlu mencermati kebutuhan belanjanya dengan lebih saksama.