
Hasan Syukur, pengemudi ojek online yang menjadi korban kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, masih terbaring lemah di Rumah Sakit Fatmawati setelah menjalani operasi pada Sabtu, 24/10. Pria berusia 56 tahun itu belum dapat berbicara dan masih terpasang selang usai mengalami cedera serius akibat dilindas mobil listrik BYD pada Jumat, 23/10 sore.
Kondisi Hasan dipaparkan oleh menantunya, Eko Priyono, yang mendampinginya di rumah sakit. Ia mengatakan ayah mertuanya masih lemah karena baru menjalani operasi, memakai selang, dan belum mampu berbicara. Cedera yang dialami Hasan meliputi patah tulang pada kaki kiri, nyeri atau cedera pada bagian tubuh dari pundak hingga pinggang, serta paru-paru yang bocor.
Tulang punggung keluarga
Sehari-hari, Hasan bekerja sebagai pengemudi ojek online di Jakarta. Ia tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, sementara istrinya, anak, dan dua cucunya menetap di kampung halaman mereka di Serang, Banten.
Penghasilan dari pekerjaan sebagai pengemudi ojol menjadi salah satu sumber nafkah keluarga. Hasan juga sesekali mengirimkan uang untuk membantu kebutuhan cucunya. Karena itu, kondisinya yang belum memungkinkan untuk kembali bekerja membuat keluarga menghadapi ketidakpastian pemasukan dalam beberapa waktu ke depan.
Eko pun mengambil izin dari pekerjaannya di sebuah usaha konveksi agar dapat mendampingi ayah mertuanya selama dirawat. Menurutnya, keluarga saat ini mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, meskipun mereka tidak tahu sampai kapan tabungan tersebut akan cukup.
Harapan bantuan pengobatan
Keluarga mengaku belum menerima penjelasan mengenai besarnya biaya pengobatan Hasan. Hingga Minggu, 25/10, mereka juga belum menerima tagihan dari pihak rumah sakit. Meski demikian, kekhawatiran atas biaya perawatan tetap menyertai proses pemulihan Hasan.
Keluarga berharap biaya pengobatan dapat terbantu melalui Jasa Raharja. Dokumen untuk pengajuan klaim sudah diurus, tetapi hingga kini belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai pencairan bantuan tersebut.
Dukungan juga datang dari Grab, tempat Hasan terdaftar sebagai mitra pengemudi. Perwakilan Grab dikatakan telah beberapa kali menjenguk Hasan dan membawa bantuan berupa minuman, makanan ringan, serta parcel. Namun, bantuan untuk biaya pengobatan belum diterima keluarga karena masih dalam proses.
Sementara itu, tabungan menjadi pegangan keluarga ketika menunggu perkembangan kondisi Hasan dan kepastian bantuan pengobatan. Mereka berharap proses pemulihan dapat berjalan baik dan bantuan yang dibutuhkan segera tersalurkan.
Kronologi kecelakaan
Kecelakaan yang melibatkan mobil listrik BYD tersebut terjadi di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23/10, sekitar pukul 16.48 WIB. Mobil BYD bernomor polisi B 1220 KDP awalnya menabrak sebuah Honda Brio yang melaju searah di depannya.
Mobil tersebut kemudian oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Hasan, sebelum menghantam sebuah mobil Wuling yang sedang berhenti. Setelah itu, mobil naik ke trotoar dan menabrak dua mobil yang terparkir di Hotel Amaris, yaitu Honda Mobilio dan Toyota Navi.
Secara keseluruhan, kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan yang ditabrak mobil BYD. Polisi telah menetapkan pengemudi BYD sebagai tersangka dan masih mendalami penyebab kecelakaan. Pengemudi tersebut juga telah menjalani pemeriksaan narkoba dan alkohol, dengan hasil negatif untuk keduanya.
Korban kecelakaan ini mengalami cedera berat yang memengaruhi bukan hanya kesehatannya, tetapi juga penghidupan keluarganya. Semoga proses pemulihan Hasan berjalan lancar dan keluarganya memperoleh kepastian atas dukungan yang mereka butuhkan.
