Utsman bin Affan Nikahi Ruqayyah dan Ummu Kultsum

Utsman bin Affan Nikahi Ruqayyah dan Ummu Kultsum

Utsman bin Affan menikah dengan dua putri Nabi, Ruqayyah dan Ummu Kultsum, dalam masa awal Islam yang penuh tantangan keluarga dan kesedihan pribadi.
HomeViralPembunuhan Istri Siri dan Anak Tiri di Madiun Terungkap, Dip...

Pembunuhan Istri Siri dan Anak Tiri di Madiun Terungkap, Dipicu Cemburu

Pembunuhan Istri Siri dan Anak Tiri di Madiun Terungkap, Dipicu Cemburu - pembunuhan Madiun

Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya yang berinisial AGEF (4), asal Kabupaten Bogor, telah ditangkap polisi. Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga sejak 20 September 2026 ke Polres Madiun Kota. Dini merupakan istri siri Bagus, sementara AGEF adalah anak Dini dari pernikahan sebelumnya. Dini ber-KTP Bogor, Jawa Barat, sedangkan Bagus warga Madiun, Jawa Timur.

Pertengkaran di Hotel Berujung Maut

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa sebelum pembunuhan terjadi, pelaku bersama kedua korban sempat berada di sebuah kamar hotel di Madiun. Di hotel tersebut, pelaku dan Dini terlibat pertengkaran yang diduga dipicu kecemburuan. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Dini diduga cemburu terhadap Bagus karena mencurigai adanya hubungan dengan wanita lain. Bagus sendiri dikabarkan masih terikat perkawinan dengan seorang wanita.

Cekcok akibat rasa cemburu itu kemudian memicu pertengkaran hebat hingga berujung pada tindakan penganiayaan. Jumhur mengatakan pelaku mencekik Dini hingga tewas. Setelah Dini meninggal dunia, jasadnya dimasukkan ke dalam mobil, lalu pelaku meninggalkan hotel bersama anak korban naik mobil. Di dalam mobil, pelaku juga menghabisi nyawa anak korban dengan cara mencekiknya hingga tewas.

Sejak saat itu, keluarga Dini di Bogor tak pernah mendengar kabar Dini dan anaknya. Keluarganya lantas melaporkan Dini dan anaknya sebagai orang hilang sejak September lalu, dan kabar hilangnya dua orang itu juga diunggah di media sosial. “Jadi terkait berita viral kehilangan ibu dan anak satu bulan yang lalu ya, berhasil kita ungkap, ternyata satu bulan hilang itu akibat tindak pidana pembunuhan,” kata Jumhur di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (26/10). Ia menambahkan bahwa perbuatan itu dilakukan oleh suami sirinya karena pertengkaran di sebuah hotel di wilayah Madiun Kota, lalu dibunuh dengan cara dicekik, dibawa keluar hotel, dan anaknya sendiri pun diperlakukan sama, tetapi di tempat berbeda, yakni di dalam mobil.

Pelaku Antar Keluarga Korban Melapor

Jumhur mengungkapkan pelaku sempat mengantar keluarga korban untuk melaporkan kehilangan ibu dan anak tersebut ke Polres Madiun Kota. Menurutnya, pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun untuk melapor kehilangan, sehingga selama satu bulan kasus itu dipercaya sebagai orang hilang. Kasus ini terkuak sebulan kemudian. Pihak Polda yang melakukan backup menilai ada kejanggalan dan akhirnya kasus tersebut berhasil diungkap.

Sejauh ini polisi baru menangkap satu orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, dan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain. Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua mobil dan satu sepeda motor, yakni mobil Pajero, Karimun, serta sepeda motor yang menjadi sarana pembunuhan.

Upaya Pelaku Menghilangkan Jejak

Setelah membunuh korban, pelaku diduga berusaha menghilangkan jejak dengan membakar jasad kedua korban di belakang pekarangan rumahnya. Jumhur menjelaskan bahwa setelah dibakar, jasad korban dimasukkan ke dalam penggilingan daging, kemudian dibakar lagi, dan baru direncanakan dibuang ke laut. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dan mengumpulkan potongan tubuh korban. “Sementara beberapa barang bukti sudah kita bisa amankan. Nah, tinggal kita melakukan mencari potongan-potongan tulang yang mungkin masih ada di seputaran TKP,” ujar Jumhur.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kekerasan dalam hubungan, terutama yang tidak tercatat secara resmi. Kini kedua korban telah ditemukan, meski dalam kondisi yang tragis, dan proses hukum terhadap pelaku terus berjalan.