Utsman bin Affan Nikahi Ruqayyah dan Ummu Kultsum

Utsman bin Affan Nikahi Ruqayyah dan Ummu Kultsum

Utsman bin Affan menikah dengan dua putri Nabi, Ruqayyah dan Ummu Kultsum, dalam masa awal Islam yang penuh tantangan keluarga dan kesedihan pribadi.
HomeViralIbu dan Anak Asal Bogor Hilang di Madiun, Suami Siri Ditangk...

Ibu dan Anak Asal Bogor Hilang di Madiun, Suami Siri Ditangkap

Ibu dan Anak Asal Bogor Hilang di Madiun, Suami Siri Ditangkap - ibu anak hilang Madiun

Dini Hardiyanti (30), warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan anaknya yang berinisial AGF (4) dilaporkan hilang setelah berada di Kota Madiun, Jawa Timur, pada 19, 20 September 2026. Keluarga melaporkan kehilangan keduanya pada 5 Oktober 2026. Kasus ini kemudian berkembang menjadi penyelidikan dugaan pembunuhan yang disertai mutilasi setelah polisi menangkap Dwi Bagus Martono, pria yang berstatus sebagai suami siri Dini.

Hilangnya Dini dan anaknya menimbulkan kekhawatiran keluarga karena tidak ada kepastian mengenai keberadaan mereka. Sejumlah kejanggalan turut menjadi perhatian, mulai dari rekaman kamera pengawas atau CCTV hotel hingga keterangan Bagus yang disebut berubah-ubah. Keluarga juga menelusuri pesan dari nomor telepon Dini yang meminta agar pencarian terhadap dirinya dihentikan.

Awal Kedatangan Dini dan Anaknya ke Madiun

Dini dan AGF diketahui tiba di Kota Madiun pada 19 September 2026. Kedatangan ibu dan anak tersebut disebut berkaitan dengan rencana merayakan ulang tahun AGF yang saat itu berusia empat tahun. Dalam perjalanan mereka di Madiun, keduanya diketahui menginap bersama Bagus di Hotel Mataram Baru, yang beralamat di Jalan dr Soetomo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Rekaman CCTV hotel menjadi salah satu informasi yang ditelusuri dalam penyelidikan. Berdasarkan rekaman tersebut, Bagus terlihat menjemput Dini dan anaknya dari tempat tinggal Dini sebelum membawa keduanya menuju hotel. Informasi ini kemudian menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang diperhatikan keluarga ketika berusaha mencari keberadaan ibu dan anak tersebut.

Sebelum komunikasi terputus, Dini sempat melakukan panggilan video dengan ibunya saat berada di hotel. Namun, situasi berubah setelah Bagus datang ke kamar tempat Dini dan AGF menginap. Sejak saat itu, komunikasi keluarga dengan Dini tidak lagi berlangsung seperti sebelumnya.

Komunikasi Terputus dan Keluarga Melaporkan Kehilangan

Pada Minggu (20/9/2026), keluarga mulai kehilangan kontak dengan Dini dan AGF. Tidak adanya komunikasi membuat keluarga semakin khawatir karena mereka belum memperoleh informasi yang memastikan keberadaan keduanya. Kekhawatiran tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi ketika Dini meninggalkan tempat tinggalnya, yang disebut tidak membawa banyak barang.

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa Dini dan anaknya pergi tanpa membawa uang ataupun pakaian ganti. Keadaan tersebut menambah pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi setelah keduanya berada di Madiun. Meski begitu, informasi tersebut menjadi bagian dari kabar yang beredar dan perlu dibedakan dari temuan yang telah dipastikan melalui penyelidikan.

Keluarga akhirnya melaporkan kehilangan Dini dan AGF pada 5 Oktober 2026. Selama berusaha mencari keduanya, keluarga menemukan sejumlah hal yang dianggap janggal. Selain rekaman CCTV, keterangan Bagus yang berubah-ubah dan pesan dari nomor telepon Dini yang meminta keluarga tidak melakukan pencarian turut menimbulkan kecurigaan.

Dini diketahui menjalin hubungan dengan Bagus sejak 2023. Status suami siri yang disandang Bagus merujuk pada hubungan pernikahan yang dilakukan secara agama atau adat, tetapi tidak tercatat secara resmi oleh negara.

Polisi Menyelidiki Dugaan Pembunuhan dan Mutilasi

Perkembangan kasus ini mengarah pada penyelidikan dugaan pembunuhan terhadap Dini dan anaknya. Polisi menangkap Bagus pada Oktober 2026 dan menyebutnya sebagai terduga pelaku dalam perkembangan kasus yang disampaikan pada Minggu (25/10/2026).

Penyidik masih mendalami dugaan pembunuhan yang disertai mutilasi terhadap ibu dan anak tersebut. Penangkapan Bagus menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan Dini dan AGF hilang.

Hingga informasi yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut, keberadaan Dini dan AGF masih menjadi persoalan utama yang ditelusuri melalui penyelidikan. Keluarga sebelumnya telah berupaya mencari keduanya setelah komunikasi terputus dan melaporkan kehilangan kepada pihak berwenang. Kasus ini menyisakan keprihatinan, terutama karena seorang anak berusia empat tahun turut menjadi bagian dari peristiwa tersebut. Penyidik masih perlu mengungkap fakta-fakta terkait agar perkara ini dapat menjadi jelas.