
Dini Hardiyanti sebelumnya berencana pulang ke Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk merayakan ulang tahun dan mengkhitankan anaknya yang berusia empat tahun. Rencana itu tidak pernah terwujud karena komunikasi dengan keluarga terputus. Dini kemudian diketahui menjadi korban dugaan pembunuhan disertai mutilasi bersama anaknya di Kota Madiun, Jawa Timur. Kabar tersebut meninggalkan duka bagi keluarga yang sempat mencari keberadaan Dini selama beberapa hari.
Komunikasi terakhir dengan keluarga
Rika Kartika, kakak kandung korban, menyampaikan bahwa komunikasi terakhir dengan Dini terjadi pada 18 Oktober 2026. Dua hari kemudian, Dini masih sempat menghubungi ibunya. Dalam pembicaraan itu, Dini menyampaikan rencana merayakan ulang tahun anaknya di kampung halaman dan mengkhitankan anak tersebut. Menurut Rika, Dini juga sempat mengabarkan bahwa dirinya sedang beristirahat di hotel. Namun, setelah kabar dari hotel itu, keluarga tidak lagi menerima kontak dari Dini. Rika menggambarkan kondisi tersebut sebagai hilangnya komunikasi.
Karena tidak ada kabar lanjutan, keluarga berupaya mencari keberadaan Dini. Rika menyebut pihak keluarga sempat mendatangi rumah suami Dini di Jawa Timur. Upaya itu belum membuahkan hasil sampai keluarga akhirnya mengetahui kabar tragis yang menimpa Dini dan anaknya. Informasi mengenai komunikasi terakhir dan rencana kepulangan korban menjadi bagian yang membantu keluarga memahami situasi sebelum peristiwa tersebut terungkap.
Keluarga sempat menaruh harapan agar Dini dan anaknya bisa kembali ke kampung halaman. Rencana merayakan ulang tahun dan mengkhitankan anak disampaikan sebelum komunikasi terputus. Namun, harapan itu tidak lagi mendapat kabar lanjutan. Ketika kabar tragis dari Kota Madiun akhirnya sampai, keluarga berada dalam suasana duka. Rika menyampaikan keterangan mengenai komunikasi terakhir dan rencana kepulangan adiknya kepada keluarga di Desa Sukakarya.
Sosok yang dekat dengan keluarga
Di tengah duka, Rika mengenang Dini sebagai sosok yang dekat dengan keluarga. Meski tinggal berjauhan, Dini tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, antara lain melalui panggilan video. Selama berkomunikasi, Dini tidak pernah menceritakan persoalan rumah tangga atau mengeluhkan pertengkaran dengan suaminya. Rika menyatakan tidak pernah ada curahan hati mengenai cekcok dengan suami. Kenangan itu menjadi bagian dari gambaran keluarga tentang Dini sebelum kabar duka muncul.
Setelah menikah di Kalimantan, Dini mengikuti suaminya untuk tinggal di Jawa Timur. Sejak pernikahan tersebut, ia baru sekali pulang ke kampung halamannya di Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Rencana kepulangan untuk merayakan ulang tahun dan mengkhitankan anaknya kini menjadi kenangan bagi keluarga. Harapan untuk berkumpul kembali di kampung halaman tidak terwujud setelah komunikasi dengan korban terputus.
Kepergian Dini dan anaknya meninggalkan luka bagi keluarga di Desa Sukakarya. Rika mengenang adiknya yang tetap dekat meski tinggal berjauhan. Komunikasi melalui panggilan video menjadi salah satu cara Dini menjaga hubungan dengan keluarga. Tidak ada cerita tentang pertengkaran rumah tangga yang disampaikan Dini selama komunikasi tersebut.
Duka dan perhatian keluarga
Kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi yang menimpa Dini dan anaknya masih menjadi perhatian keluarga. Keterangan keluarga mengenai komunikasi terakhir serta rencana kepulangan korban menjadi bagian dari informasi yang menggambarkan situasi sebelum peristiwa tersebut terungkap. Keluarga yang semula menantikan kepulangan Dini untuk merayakan ulang tahun dan khitan anaknya kini harus menerima kenyataan pahit. Duka mendalam menyertai keluarga di Desa Sukakarya, terutama karena rencana pertemuan yang sudah disampaikan Dini tidak pernah terlaksana.
Bagi keluarga, kabar yang menimpa Dini dan anaknya menjadi pukulan berat setelah beberapa hari pencarian dan upaya mencari keberadaan korban. Rika dan keluarga mengenang Dini sebagai pribadi yang masih menjaga hubungan baik dengan orang tua dan saudara meski jarak memisahkan. Rencana pulang ke Bogor yang sempat disampaikan Dini menjadi penanda harapan keluarga untuk berkumpul, merayakan momen anak, dan menjalankan khitan. Semua harapan itu berhenti pada kabar duka yang datang dari Kota Madiun, Jawa Timur. Keluarga kini menaruh perhatian pada kasus yang menimpa Dini dan anaknya sambil menyimpan kenangan tentang rencana kepulangan yang tak terwujud.
